alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radartulungagung
icon-featured
Pendidikan

SMK Wahid Hasyim Ciptakan Lulusan Pelopor Pencipta Lapangan Kerja

Lakukan Launching SMK Mini Sesuai Program Pem

09 Maret 2020, 15: 12: 35 WIB | editor : Alwik Ruslianto

CIPTAKAN PRODUK UNGGULAN: Kepala Cabdispendik Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin ditemani Kepala SMK Wahid Hasyim menggunting pita dalam launching program SMK Mini.

CIPTAKAN PRODUK UNGGULAN: Kepala Cabdispendik Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin ditemani Kepala SMK Wahid Hasyim menggunting pita dalam launching program SMK Mini. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - SMK Wahid Hasyim terus melakukan inovasi guna mengembangkan peserta didik agar siap kerja ketika lulus nanti. Terbukti, Jumat kemarin (6/3), SMK yang berada di lingkungan Pondok Pesantren (Ponpes) Raden Paku tersebut sukses menggelar launching SMK Mini.

Upaya itu tentu sejalan dengan kebijakan Pemprov Jawa Timur (Jatim) dalam mengembangkan SMK di ponpes dan daerah terpencil sejak 2019 lalu. Sejalan dengan itu, SMK Wahid Hasyim juga menggelar pelatihan pengolahan makanan berbahan lele untuk kerupuk, pentol, hingga nugghet. “Memang SMK ini (SMK Wahid Hasyim, Red) masih berumur enam tahun. Namun berkat bantuan cabang dinas pendidikan (cabdispedik) kami terus berusaha semakin maju dalam menciptakan skill dan kompetensi anak didik,” ungkap Kepala SMK Wahid Hasyim Mukasil.

Dia melanjutkan, mengenai alasan diberikannya pelatihan pengolahan makanan berbahan lele untuk kerupuk, pentol, dan nugghet dalam SMK Mini ini, karena di Trenggalek banyak peternak lele. Namun, belum ada teknik pengolahan daging ikan lele yang baik. Sehingga sementara ini daging ikan lele hasil peternakan masyarakat hanya dijual sebagai menu lalapan saja. “Jadi dengan pelatihan ini, kami berharap anak punya keterampilan tambahan, selain keahlian berdasarkan kejuruan masing-masing,” katanya.

Selain itu, juga bisa digunakan siswa untuk mencari pendapatan tambahan. Dengan pelatihan membuat produk makanan olahan tersebut, siswa juga diberi tahu tata cara menjual hingga memasarkannya. Sehingga nantinya akan ada sistem bagi hasil, yang keuntungannya akan ditransfer langsung ke rekening siswa. Dengan itu, diharapkan siswa jadi terlatih dan tidak malu untuk menciptakan lapangan kerja “Sejalan dengan itu, kami berharap setelah tamat SMK nanti bisa sebagai pelopor pencipta lapangan pekerjaan, bukan penyumbang pengangguran,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Cabdispendik Provinsi Jatim wilayah Tulungagung- Trenggalek Solikin berharap agar program SMK mini di SMK Wahid Hasyim bisa dilaksanakan sebaiknya, sebagaimana program pemprov yang dulu dirintis oleh Pakde Karwo dan sekarang diteruskan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Sehingga ke depan diharapkan minimal ada satu produk unggulan yang dihasilkan dari SMK Mini, di SMK Wahid Hasyim tersebut. ”Program ini sangat baik sekaligus bermanfaat baik sehingga harus dimanfaatkan dengan baik pula. Supaya nanti lulusan SMK ini punya kemampuan yang baik dalam mengolah ikan lele,” harapnya. (jaz/ed/tri)

BERI DUKUNGAN: Pengurus Yayasan Raden Paku, Kepala SMK Wahid Hasyim, dan tamu undangan lainnya foto bersama setelah acara launching program SMK Mini.

BERI DUKUNGAN: Pengurus Yayasan Raden Paku, Kepala SMK Wahid Hasyim, dan tamu undangan lainnya foto bersama setelah acara launching program SMK Mini. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia