alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Terminal Surodakan Disemprot Desinfektan

16 Maret 2020, 18: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ANTISIPASI PENYEBARAN: Seorang petugas sedang menyemprotkan antiseptik untuk menetralisasi titik-titik yang berpotensi terjangkit virus korona.

ANTISIPASI PENYEBARAN: Seorang petugas sedang menyemprotkan antiseptik untuk menetralisasi titik-titik yang berpotensi terjangkit virus korona. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Tim gabungan mengantisipasi penularan wabah virus korona di terminal bus tipe A Surodakan, melalui penyemprotan antiseptik desinfektan. Pasalnya, tempat-tempat umum menjadi lokasi yang potensial terhadap penularan virus menular tersebut. “Benda-benda yang sering dipegang, seperti tempat duduk dan sebagainya,” ungkap Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk dan KB) Rufianto.

Menurut dia, ada pola tersendiri yang membuat virus Covid-19 menyebar atau menular. Virus ini berbeda dengan virus yang lain, yang penularannya bisa melalui udara. Sebab, penularan virus itu dapat melalui percikan bersin maupun air liur. “Untuk itu, sasaran kami menyemprotkan antiseptik di tempat-tempat yang diduga virus itu berada,” ujarnya. 

Dia melanjutkan, tipikal virus itu bisa bertahan hidup kurun waktu 6-9 jam di titik yang terjangkit. Sehingga rentang waktu itu berpotensi menjadi titik penularan ketika disentuh orang lain. Namun, titik itu dapat dinetralisasi (dibunuh, Red) menggunakan desinfektan dan bantuan pancaran sinar matahari. “Titik-titik yang disemprot antiseptik seperti pada pegangan pintu, kursi, tiang masjid (untuk bersandar, Red), dan sebagainya,” ungkapnya.

Di sisi lain, kata Rufi, langkah antisipasi lain juga secara administrasi, yaitu mengirim surat edaran untuk semua puskesmas terkait Covid-19. Sedangkan surat edaran dari sekretaris daerah (sekda) diberikan untuk lintas organisasi perangkat daerah (OPD). “Kami sosialisasikan agar tidak terjadi ketakutan yang berlebihan dari masyarakat. Selain itu, diharapkan juga ada laporan balik jika terindikasi terkena virus korona,” kata dia. 

Dinkes Provinsi Jatim mengeluarkan data jika terdapat sekitar 74 pasien yang dalam risiko virus Covid-19 (dalam pengawasan, Red). Namun, data itu tidak secara lengkap diberikan, hanya beralamat Trenggalek. Untuk itu, pihaknya menginstruksikan dengan BKTM untuk melaporkan bila ada warganya yang berada di dalam pengawasan tersebut. “Kalaupun ada, kami dari 22 puskesmas akan memantau selama 14 hari. Karena masa inkubasi Covid-19 ini paling cepat selama dua hari dan paling lama 14 hari,” tegasnya. 

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak membenarkan, tim gabungan melakukan aksi antisipasi untuk pencegahan penularan Covid-19 di Terminal Surodakan. “Utamanya kami beri edukasi kepada masyarakat,” timpalnya.

(rt/pur/rak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia