alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Trenggalek Tekan Penyebaran Covid -19

17 Maret 2020, 12: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TEKAN PENYEBARAN COVID-19: Bupati Moch Nur Arifin saat memimpin rapat terpadu kewaspadaan penyebaran Covid-19

TEKAN PENYEBARAN COVID-19: Bupati Moch Nur Arifin saat memimpin rapat terpadu kewaspadaan penyebaran Covid-19 (DOKPIM SETDA TRENGGALEK FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Menindaklanjuti himbauan Presiden RI Joko Widodo, serta Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tentang peningkatan kewaspadaan terhadap Covid - 19 kemarin Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forpimda) menggelar rapat terpadu. 

Berlangsung di Smart Center, rapat diikuti segenap pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam rapat dirumuskan langkah Pemkab dalam upaya menekan penyebaran virus pandemi ini dari berbagai sektor. 

Pertama di sektor pendidikan. Bupati menegaskan tidak ada libur, namun para siswa belajar di rumah menggunakan jaring aplikasi dari Kemendikbud  RI. Selama kegiatan belajar di rumah ini, siswa diminta tidak bepergian, rekreasi, wisata, ke luar daerah maupun ke luar negeri. Peran orang tua juga harus menemani anaknya untuk belajar. Selain itu, ortu juga diimbau untuk tidak mengajak keluarga pergi rekreasi atau berwisata. “Untuk santri-santri ponpes kami imbau jangan pulang ke luar daerah dulu,” kata Moch. Nur Arifin.

Sektor kepariwisataan pun juga dihentikan sementara. Kata bupati termuda itu, lokasi-lokasi wisata yang di bawah naungan pemerintah kabupaten (pemkab) Trenggalek ditutup selama 14 hari ke depan. Hal itu untuk mengantisipasi penularan covid 19 melalui sektor kepariwisataan, karena lokasi itu biasa digunakan warga lain daerah untuk berwisata. “Itu untuk menjegah ortu yang justru menggunakan momen ini untuk berekreasi,” cetus dia.

Masih di sektor wisata, beberapa agenda wisata yang masuk dalam rangkaian 100 fest yang digelar selama Maret ini juga di rescedule sampai waktu yang belum ditentukan. Rencananya akan digelar Festival Durian yang meliputi cafekustik dimana Giring Nidji akan tampil di Gua Lowo, kemudian Durio Forest Run, kontes durian, dan festival tari klasik. Dimungkinkan kegiatan itu akan ditunda hingga April mendatang. “Semua kegiatan 100 fest akhir Maret, kita tiadakan. Kalau pun di bulan April belum memungkinkan, maka akan ditunda di bulan selanjutnya,” lanjut bupati

Menurut lelaki yang suka bermusik ini, merebaknya covid-19 tidak dapat disepelekan, untuk itu selama masa inkubasi atau 14 hari ke depan. Semua kegiatan yang bersinggungan dengan kerumunan atau penumpukan massa harus dikurangi. “Kami imbau masyarakat untuk tidak panik. Pemerintah hanya melaksanakan sesuai protokol untuk mengurangi penyebaran virus Corona,” tegasnya. 

Sementara di sektor perhotelan, Bupati Arifin mengimbau untuk memfasilitasi hotel yang berstandar kesehatan, seperti menyediakan hand sinitizer, tempat cuci tangan, dan sebagainya, Apabila ada hotel yang ditemukan tidak berstandar kebersihan, maka hotel itu terancam dihentikan operasionalnya. “Kami akan tutup sementara,“ tegas dia. 

Kemudian untuk pelayanan publik, seperti Dispendukcapil, pelayanan tetap dibuka, namun ada penambahan titik cuci tangan untuk masyarakat. Selain itu, petugas pelayanan publik juga harus menggunakan masker. “Untuk ketenagakerjaan, diimbau untuk melapor bila menemui PMI yang terinfeksi,” ungkapnya. 

Sedangkan di sektor perhubungan, pihaknya sudah membuka dua check point (titik penting, Red) di sebelah timur dan barat wilayah Bumi Menak Sopal. Di titik itu, disiagakan pemantau suhu tubuh (termometer, Red). “Di sebelah timur ada di Durenan, sedangkan sebelah barat yakni di Anjungan Cerdas, untuk kendaraan khususnya untuk travel maupun angkutan antar kota,” jelasnya. 

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengimbau jangan panik mewabahnya covid 19, namun tetap waspada. Menurut dia, selama dua pekan kedepan forkopimda dan gugus tugas menginisasi untuk menekankan pola hidup sehat. “Kami dari aparat penegakan hukum, belum menemukan adanya penimbunan hand sinitizer dan masker. Tapi kalau kelangkaan dimungkinkan sudah terjadi,” kata dia. 

(rt/pur/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia