alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Aktivitas Terminal Gayatri ketika Isu Korona Semakin Merebak

17 Maret 2020, 20: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TAK TERPENGARUH: Beberapa calon penumpang sedang menunggu bus yang hendak membawa mereka ke kota tujuan, kemarin (16/3).

TAK TERPENGARUH: Beberapa calon penumpang sedang menunggu bus yang hendak membawa mereka ke kota tujuan, kemarin (16/3). (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Kerumunan orang banyak memang menjadi salah satu hal yang dihindari saat merebaknya virus Korona (Covid-19). Tak ayal, fasilitas publik pun bisa terkena imbas. Kendati demikian, hal ini tak berlaku di Terminal Gayatri. Area ini tetap berjalan normal sebagaimana biasanya.

Membayangkan lengangnya Terminal Gayatri saat isu merebaknya Korona semakin santer? Lebih baik hal tersebut dibuang jauh-jauh. Pasalnya, area publik di Jalan Yos Sudarso ini tetap beraktivitas normal sebagaimana biasanya.

Seperti yang terlihat kemarin, jajaran bus AKDP jurusan Surabaya maupun Malang-Banyuwangi tetap berjajar rapi menunggu calon penumpang. Begitupun untuk bus AKAP jurusan Jakarta dan sekitarnya, juga masih bisa melenggang masuk sambil menaikkan penumpang. Pendek kata, tidak ada permasalahan berarti yang ditimbulkan dari isu merebaknya Korona.

Dukut Siswantoyo, kepala Terminal Gayatri mengatakan, sampai hari ini (kemarin,Red) aktivitas terminal memang masih normal. Tidak ada gangguan yang ditimbulkan imbas dari isu Korona. Sehingga para penumpang tetap nyaman dan tenang menunggu angkutan umum yang akan membawa ke kota tujuan. “Tidak ada permasalahan berarti di sini. Semua berjalan dengan normal,” katanya saat ditemui di kantornya.

Dia mengakui, kondisi Terminal Gayatri masih lebih baik dibandingkan terminal lain di Jawa Timur. Apalagi beberapa rekannya di Pantura Jawa Timur mengabarkan, jika jumlah penumpang arah Jakarta mengalami penurunan yang cukup signifikan. Untuk Gayatri, minimal ada sekitar 2.400 penumpang diberangkatkan per hari. “Bisa dilihat sendiri, di sini masih berjalan sebagaimana biasanya,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut Dukut-sapaan akrabnya-, pihaknya tetap mewaspadai penyebaran virus mematikan ini. Apalagi juga sudah ada surat edaran dari pemkab mengenai upaya antisipasi. Yakni, untuk menyediakan fasilitas kebersihan, seperti hand sanitizer. Mau tidak mau pihaknya harus berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat. “Pihak perusahaan otobus pun ada yang mengontak kami untuk menanyakan hal tersebut. Makanya masih akan kami koordinasikan,” imbuhnya.

Pria asal Kediri ini mengaku, untuk upaya pencegahan sebelumnya juga sudah dilakukan. Dimana pada Minggu (15/3), ada penyemprotan desinfektan oleh RS Bhayangkara dan Polres Tulungagung. “Yang pasti semua juga harus tetap waspada dan harus tetap menjaga kesehatan. Tak terkecuali para awak bus,” ujarnya.

Usai ngobrol dengan kepala terminal, Koran ini pun melangkahkan kaki ke ruang tunggu penumpang. Di situ tidak ada hal yang mencolok yang berhubungan dengan Korona. Beberapa awak bus pun masih guyon dan tertawa renyah dengan rekannya. “Tidak ada imbas bagi penumpang maupun kami. Semua berjalan biasa,” kata Suharmani, salah satu mandoran bus.

Menurut dia, semua yang terjadi saat ini diserahkan sepenuhnya kepada Yang Maha Kuasa. Yang terpenting, pelayanan terbaik kepada calon penumpang tetap harus diutamakan. “Jodho, pati, karo rezeki kuwi wis garise Gusti (jodoh, kematian, dan rezeki itu sudah ditentukan Tuhan),” ujarnya sambil tersenyum. 

(rt/rak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia