alexametrics
Kamis, 09 Apr 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Cerita Pedagang di Pasar Basah, Ketika Dilakukan Aksi Penyemprotan

17 Maret 2020, 18: 50: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PENCEGAHAN: Petugas gabungan ketika menyemprotkan desinfectant  ke kawasan pedagang di Pasar Basah Trenggalek.

PENCEGAHAN: Petugas gabungan ketika menyemprotkan desinfectant ke kawasan pedagang di Pasar Basah Trenggalek. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Fenomena mewabahnya virus corona, membuat pemerintah bergerak cepat untuk mengantisipasi penyebaran di wilayah masing-masing, tak terkecuali di Kota Keripik Tempe. Salah satu pencegahannya dengan cara melakukan penyemprotan desinfectant dikawasan yang menjadi pusat kerumunan masyarakat, seperti di area Pasar Basah, Trenggalek. Otomatis, aksi itu menuai tanggapan yang beragam dari pedagang, dan pengunjung pasar.

Seperti pada hari-hari biasanya, suasana aktivitas jual beli yang dilakukan pedagang maupun pembeli cukup ramai terjadi di area Pasar Basah, Trenggalek, pagi kemarin (16/3). Hal itu menunjukan bahwa mereka tidak begitu resah ataupun panik dengan merebaknya isu virus corona yang telah menjangkit beberapa orang di daerah lain. Namun, ketika waktu menunjukkan pukul 09.45 aktivitas pasar basah yang semula ramai sedikit berubah. Itu karena beberapa pedagang dan pembeli merasa kaget ketika melihat satu rombongan petugas, yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, hingga pegawai dari Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan) dan juga Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag)Kota Keripik Tempe. Mereka pun segera memasuki area dalam pasar. Beberapa personel petugas terlihat bergegas turun dari kendaraan, diantara mereka ada yang menggunakan perlengkapan, layaknya petani membasmi hama disawah. Tak ketinggalan, diantara mereka juga mengenakan sarung tangan, masker, sekaligus alat semprot dan langsung menyemprotkan semacam cairan dan masuk kedalam pasar. Ternyata mereka adalah petugas yang melakukan penyemprotan desinfectant.  "Jujur, sebenarnya kami kaget kerena tidak tahu sebelumnya," ungkap salah satu pedagang Ayam di Pasar Basah bernama Damiri.

Apalagi ketika melakukan penyemprotan bahan kimia yang digunakan untuk mengaktivasi atau membunuh mikroorganisme patogen yang dapat menginfeksi manusia atau binatang tersebut, petugas langsung mengarah ke lokasi daganganya. Sebab, daerahnya merupakan tempat berdagang unggas, sehingga dikhawatirkan bisa menjadi sarana penularan. Dari situ setelah ada petugas yang memberi penjelasan, para pedagang dan pembeli merasa tenang."Syukurlah zat yang disemprot itu aman, makanya setelah mendapat penjelasan kami tak khawatir lagi," ujarnya.

Tak ayal, setelah penjelasan tersebut ucapan terimakasih diberikan kepada petugas oleh para pedagang dan pembeli. Sebab dengan demikian mereka jadi lebih terlindungi dari penyebaran virus covid-19 tersebut. Apalagi, setiap harinya mereka selalu berinteraksi dengan banyak orang di pasar, tentunya orang-orang itu belum mereka kenal."Syukurlah ada tindakan pencegahan dari pemerintah, sehingga kami aman. Sebab minimal satu minggu sekali kami selalu berkunjung ke pasar untuk membeli aneka kebutuhan," tutur salah satu pembeli di pasar basah, Lamirah.

Ditempat yang sama, ketika memberi penjelasan kepada para pedagang dan pembeli di Pasar Basah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertapan Trenggalek Agung Soejatmiko menjelaskan, bahwa zat yang disemprotkan tersebut aman terhadap manusia dan hewan. Itu dibuktikan, sebelum menyemprotkan ke hewan, juga beberapa lokasi pasar, terlebih dahulu dirinya meminta petugas untuk menyemprotkan zat tersebut kepadanya. "Jadi setelah semua mendapatkan bukti bahwa zat ini aman, kami langsung melakukan penyemprotan ke beberapa titik," jelasnya.

Nantinya setelah menyemprot di lokasi tersebut, petugas akan melakukan penyemprotan di lokasi umum lainnya yang biasa digunakan untuk berkumpulnya masyarakat. Itu dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut, selain membatasi beberapa kegiatan yang melibatkan kerumunan masa."Ini sesuai arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi (pemprov), makanya kegiatan pencegahan seperti ini akan terus kami lakukan," imbuhnya. 

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia