alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Tulungagung Lockdown Terbatas

Objek Wisata, Mal, dan Pasar Tetap di Buka

17 Maret 2020, 15: 40: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ILUSTRASI

ILUSTRASI (IST)

KOTA, RADAR TULUNGAGUNG - Menghadapi merebaknya virus korona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, pemerintah Kabupaten Tulungagung membentuk satuan tugas (satgas) khusus.  Satgas yang dipimpin Sekretaris daerah (Sekda) Pemkab Tulungagung ini bertugas melakukan sosialisasi atau desimininasi dan pencegahan -pencegahan, baik itu preventif maupun akuratif yang akan dilakukan di masing-masing bidang. Satgas ini melibatkan seluruh instansi vertikal dan pemangku kebijakan, seperti Kodim 0807, Polres, BPBD, Dinkes, dan lainnya.

"Satgas kami ini ada beberapa bidang, seperti pendidikan, ekonomi, pemerintahan dan pariwisata," ucap Sekda Pemkab Tulungagung, Sukaji, kemarin.

Satgas ini merupakan suatu gerakan bersama. Sukaji meyakini, jika dilakukan bersama-sama maka keberhasilan penanggulangan Covid-19 lebih terjamin. Sebab, dampak dari Covid-19 ini tak hanya kesehatan, tapi juga membawa dampak yang buruk terhadap ekonomi, di antaranya pada sektor pariwisata.

"Terpenting dibentuknya satgas ini untuk mempertahankan situasi kondusifitas, dan tentunya tidak mengganggu terhadap stabilitas terutama stabilits ekonomi, pangan dan lainnya," terangnya.

Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo tetap mengupayakan pelayanan publik pemerintah daerah dan tempat wisata tetap dibuka seperti biasa. Meskipun pemkab telah berupaya mengurangi risiko adanya penularan Covid-19 dengan meniadakan kegiatan belajar di kelas untuk seluruh lembaga pendidikan, baik di tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/SMK yang dimulai hari ini hingga 14 hari ke depan. Penerapan lockdown terbatas ini karena mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial.

Bupati Maryoto Birowo mengatakan, keputusannya meniadakan kegiatan belajar di kelas dan memilih menjalankan proses pembelajaran dengan sistem daring, ini diharapkan bisa memperlambat penyebaran virus Covid-19. Karena dengan strategi social distance ini, seorang siswa/i lebih menjaga kedekatan fisik dengan orang lain guna mengurangi perpindahan virus dari tubuh satu ke yang lain. Namun, untuk siswa/i yang dijadwalkan harus ujian nasional tetap menjalankan ujian seperti biasa. Tentunya, dengan pertimbangan upaya pencegahan seperti menyiapkan hand sanitizer atau tempat cuci tangan.

"Bukan diliburkan ya. Tapi belajar di rumah. Hari ini anak masih masuk, untuk diberi edukasi serta imbauan agar mengurangi aktivitas di luar rumah," jelasnya saat ditemui usai rapat terbatas (Ratas), kemarin

Social Distance itu juga karena pertimbangan pemkab, dimana Kota Marmer ini merupakan daerah penyumbang Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbesar. Namun demikian, pihaknya tak ingin mengambil risiko besar. Pemkab memilih meningkatkan kewaspadaan dengan penerapkan lockdown terbatas. Karena pertimbangan dampak ekonomi serta sosial. Sehingga pihaknya tetap membuka tempat wisata, mall, serta pasar tradisional. Tak hanya itu saja, pelayanan publik pemerintah, tegas Maryoto, juga tetap buka seperti biasa. Para ASN pun juga tetap masuk kerja di kantornya masing-masing. Hanya saja, pihaknya meniadakan apel pagi serta mengurangi kegiatan dinas di luar daerah, kecuali ada dinas penting yang tingkatannya nasional.

"Ya tetap kami buka tempat wisata, pasar dan lainnya. Tapi dengan langkah kewaspadaan, seperti menyiapkan fasilitas cuci tangan dan membagikan masker dan lainnya," terangnya. 

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia