alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

12 Anggota DPRD Tulungagung Nekat Kunker ke Provinsi Sebaran Covid-1

19 Maret 2020, 10: 28: 27 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ilustrasi

ilustrasi

KOTA, Radar Tulungagung - Merebaknya virus korona atau Covid-19 yang semakin mengkhawatirkan, membuat masyarakat berupaya mengurangi aktivitas di luar atau bahkan menunda rencana ke luar daerah. Tapi, kondisi itu tidak berlaku bagi anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. Mereka masih nekat melakukan kunker ke provinsi yang menjadi sebaran korona atau Covid-19.

Wakil Ketua DPRD Tulungagung Ahmad Baharudin membenarkan, saat situasi Covid-19 yang kini semakin merebak dan jadi perhatian semua pihak, ada sejumlah anggota DPRD dari badan legislasi (banleg) dan badan perencanaan pembuatan peraturan daerah (bappemperda) melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Buleleng, Bali. Kunker tersebut tergolong nekat, lantaran daerah yang mereka kunjungi masuk dalam provinsi yang menjadi sebaran Covid-19.

"Ada 12 orang. Selain baleg, juga pendamping. Mungkin hari ini (18/3) pulang sampai Tulungagung," ucapnya.

Pria ramah ini mengakui, kunker di provinsi yang menjadi sebaran Covid-19 memang berisiko. Namun, pihaknya tak bisa menunda. Karena sudah terjadwal pemberangkatan Senin lalu (16/3). Sebagai langkah antisipasinya, semua anggota yang kunker jika mengalami gejala pilek batuk atau lainnya yang mengindikasikan gejala korona, maka diwajibkan untuk memeriksakan ke fasilitas kesehatan.

"Saya yakin di bandara juga dicek kesehatannya. Tapi nanti kami juga meminta agar mereka yang kurang enak badan, punya gejala sakit flu dan batuk wajib hukumnya datang ke fasilitas kesehatan," terangnya

Selain itu, untuk menekan risiko penyebaran Covid-19, pihaknya mengambil kebijakan dengan mengurangi kunker ke luar daerah selama 14 hari ini. Pengurangan dalam arti, jika daerah tersebut mau menerima, maka bisa dilaksanakan. Tapi jika daerah tersebut tidak mau menerima, akan menundanya lebih dulu. Sekadar diketahui, setiap komisi memiliki jadwal kunker seminggu sekali.

"Kalau daerah ada yang mau kunker ke Tulungagung, kami tunda dulu. Tidak menerima," tuturnya.

Baharudin mengatakan, kebijakan tersebut diambil guna memutus penyebaran Covid-19. Bahkan, nantinya akan menyiapkan hand sanitizer dan pendeteksi suhu tubuh (thermo gun) sesuai instruksi daerah. Dengan begitu, diharapkan tak ada upaya Covid-19 yang berhasil menyusup melalui DPRD Tulungagung.

"Kami tetap jaga-jaga. Menjalankan sesuai instruksi dari pusat," tandasnya.  (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia