alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

UNBK Susulan, Tunggu Keputusan Gubernur

19 Maret 2020, 15: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TAHUN INI WAJIB: Peserta UNBK di SMKN 2 Trenggalek mencuci tangannya setelah keluar ruangan UNBK.

TAHUN INI WAJIB: Peserta UNBK di SMKN 2 Trenggalek mencuci tangannya setelah keluar ruangan UNBK. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Kendati tidak ada penundaan jadwal pascapembatasan aktivitas akibat mewabahnya korona, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMK belum bisa diikuti peserta hingga 100 persen. Pasalnya, mulai pelaksanaan hari pertama Senin (16/3) hingga pelaksanana hari ketiga kemarin (18/3), masih ada peserta yang absen karena alasan sakit.

Berdasarkan informasi yang didapat Jawa Pos Radar Trenggalek, sedikitnya ada 4.304 peserta yang tersebar di 34 lembaga SMK negeri/swasta yang mengikuti UNBK 2020 kali ini. Dari situ, secara berurutan mulai hari pertama hingga ketiga, secara berurutan ada 10, 11, dan bahkan 3 peserta yang absen. Semuanya karena sakit. Sehingga peserta tersebut masih diberi kesempatan untuk mengikuti UNBK susulan yang direncanakan pada Selasa (7/4) dan Rabu (8/4) mendatang. "Sedangkan untuk jalannya UNBK, berdasarkan laporan yang saya terima berjalan lancar. Tidak ada gangguan yang berarti," ungkap Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung- Trenggalek Solikin.

Dia melanjutkan, untuk kepastian jadwal UNBK susulan apakah masih tetap sama atau ada penundaan, cabdispendik mengaku belum bisa menjawab. Sebab, hal ini akan dilakukan pembahasan selanjutnya dengan melihat situasi pascaadanya wabah virus korona dan imbauan pembatasan kegiatan berdasarkan instruksi presiden yang diteruskan oleh gubernur. "Untuk jadwal pastinya apakah ada perubahan atau tidak, kami belum bisa menyampaikan. Sebab, menunggu instruksi dari Ibu Gubernur," katanya.

Sementara itu, praktis pelaksanaan UNBK sendiri tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang terjadi di SMKN 2 Trenggalek. Terlihat peraturan yang ditetapkan tetap sama. Yaitu tidak ada orang yang boleh masuk ruang, selain peserta dan pengawas, teknisi, dan proktor jika ada gangguan. Namun, yang menjadi sedikit berbeda pascaadanya wabah corona adalah sebelum masuk dan setelah keluar ruangan; peserta, pengawas, dan sebagainya diwajibkan mencuci tangan. Untuk itu, lembaga penyelenggara harus menyediakan tempat mencuci tangan beserta sabunnya. "Untuk tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun sudah ada di depan ruangan masing-masing sejak tahun sebelumnya. Sebab, di tahun sebelumnya disarankan untuk mencuci tangan setelah masuk dan keluar ruangan, tapi untuk tahun ini wajib," jelas Waka Kurikulum SMKN 2 Trenggalek Subuh Triyasa.

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia