alexametrics
Minggu, 31 May 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Aktivitas Masyarakat saat Urus Adminduk Pascaimbauan Pembatasan

19 Maret 2020, 20: 12: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ANTISIPASI PENULARAN: Masyarakat mengurus kelengkapan adminduk ketika ada penyemprotan disinfektan di kantor dispendukcapil, kemarin.

ANTISIPASI PENULARAN: Masyarakat mengurus kelengkapan adminduk ketika ada penyemprotan disinfektan di kantor dispendukcapil, kemarin. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

Imbauan agar masyarakat membatasi aktivitasnya atau social distancing guna mencegah penyebaran virus korona juga diterapkan di Bumi Menak Sopal, Senin lalu (16/3). Namun, masih saja ada masyarakat yang tetap keluar rumah mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Kendati demikian, masyarakat diminta tetap berhati-hati dan bersabar ketika datang ke kantor dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) untuk kepentingan pelayanan tersebut.

Sekitar pukul 09.00 kemarin (18/3) masih terlihat kerumunan masyarakat berjubel antre mengunjungi kantor dispendukcapil. Itu terlihat jelas ketika Jawa Pos Radar Trenggalek menyambangi kantor tersebut. Adanya antrean tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat dalam mengurus adminduk semakin tinggi. Namun, kala itu antrean tampak berbeda dengan hari-hari biasanya.

Mayoritas masyarakat yang mengantre mengenakan tutup mulut, baik itu berupa masker, buff, atau kain yang dimodifikasi. Tak ketinggalan, mereka juga aktif membasuh kedua telapak tangannya. Hal serupa juga dilakukan pegawai kantor tersebut. Beberapa lama kemudian, aktivitas pelayanan di kantor tersebut berhenti dan secara bergantian pemohon keluar dari ruang pelayanan.

Ternyata, saat itu di ruangan tersebut sedang dilakukan tindakan penyemprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus korona. Sehingga pelayanan baru bisa dilakukan setelah aksi penyemprotan. “Karena keadaan seperti ini dan kelengkapan adminduk juga penting, tidak ada yang kami lakukan selain menerima kebijakan yang diberlakukan,” ungkap salah seorang pengurus adminduk asal Kelurahan Surodakan, Kecamatan Trenggalek, Rukmiati.

Sebenarnya ketika kebijakan pembatasan aktivitas tersebut dilakukan, dirinya sedikit merasa terganggu ketika mengurus kelengkapan adminduk tersebut. Sebab, setiap kali ketemu harus mencuci tangan hingga ada pembatasan jarak untuk mengurangi penyebaran virus, pelayanan menjadi lebih lama. Ditambah, harus terhenti ketika ada penyemprotan disinfektan tersebut dan ini menambah jadwal waktu mengantre. Apalagi karena menggunakan penutup mulut, penjelasan yang diberikan petugas pelayanan menjadi kurang jelas. Penjelasan tersebut harus diberikan berkali-kali. “Dengan keadaan ini, kami harus lebih bersabar. Sebab, keadaan seperti ini tidak ada yang bisa memprediksi. Makanya saya harus lebih bersabar untuk mengurus akta kena lahir suami karena situasi seperti ini,” tuturnya.

Selain itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Pringapus, Kecamatan Dongko, Mujiono yang saat itu mengurus adminduk secara kolektif di desanya juga mengakui hal serupa. Dirinya memahami jika pengurusan lebih lama. Sebab, selain dirinya dan masyarakat lain harus berhati-hati agar tidak tertular virus tersebut, hal serupa juga dilakukan petugas pelayanan. Tidak menutup kemungkinan ada masyarakat yang dilayani membawa virus Covid-19 tersebut tanpa disadari. ”Makanya setiap orang harus berhati-hati. Sebab, kendati dalam keadaan sehat, jika ada virus di tubuhnya, bisa menularkan ke orang lain. Dari situ saya sabar menunggu karena tetap dilayani,” imbuhnya.

Hal tersebut memang harus dilakukan. Sebab, masyarakat tidak ada pilihan lain dengan situasi seperti ini. Apalagi, berdasarkan imbauan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), kemarin merupakan hari terakhir pengurusan adminduk untuk umum pada bulan ini. Hal ini merupakan wujud dari pelaksanaan instruksi presiden untuk pembatasan dan menghindari kerumunan masyarakat. Sehingga bagi masyarakat yang mengurus adminduk dengan keperluan tidak mendesak, akan dilayani awal bulan depan (Rabu, 1/4, Red) dengan catatan tidak ada instruksi lain.

Sebenarnya pelayanan masih tetap dibuka. Namun untuk hal mendesak yang tidak bisa dilakukan tanpa adminduk tersebut seperti menikah, pendaftaran kuliah, TNI/ Polri, dan sebagainya. “Instruksi seperti ini baru diumumkan secara resmi hari ini (kemarin, Red), jadi kami harus mengikutinya. Makanya, hari ini juga kami menginformasikan kepada masyarakat luas,” jelas Plt Kepala Dispendukcapil Trenggalek Ririn Eko Utoyo.

(rt/dre/zak/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia