alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Kamar Warga Binaan Disemprot Disinfektan

Juga Akan Tutup Sementara Kunjungan Keluarga

21 Maret 2020, 14: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PENCEGAHAN: Penyemprotan disinfektan di seluruh sudut Lapas Kelas IIB Tulungagung untuk mencegah penyebaran Covid-19.

PENCEGAHAN: Penyemprotan disinfektan di seluruh sudut Lapas Kelas IIB Tulungagung untuk mencegah penyebaran Covid-19. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Upaya pencegahan menyebarnya virus Covid-19 menyasar lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tulungagung. Kemarin (20/3) dilakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, nantinya lapas juga akan menutup sementara kunjungan bagi keluarga warga binaan.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, seluruh sudut lapas disemprot disinfektan. Kepala Lapas Kelas IIB Tulungagung Tunggul Buono bersyukur sekali lapas menjadi skala prioritas dalam pencegahan virus Covid-19. “Melalui dinkes, bupati Tulungagung membuat skala prioritas kepada warga binaan di lapas ini,” ujarnya.

Penyemprotan cairan disinfektan tersebut dilakukan secara menyeluruh. “Penyemprotan ini dilakukan di setiap kamar warga binaan, musala, taman, dan seluruh sudut lapas. Agar semua sudut yang ada di lapas dapat steril. Nanti, secara berkala kami akan melakukan penyemprotan lagi dengan koordinasi lanjut bersama dinkes,” tambah pria ramah itu.

Tunggul menjelaskan, penyemprotan ini difungsikan untuk menjaga warga binaan dari penyebaran Covid-19. “Ada 749 warga binaan di Lapas Tulungagung. Harapan kami, dengan adanya penyemprotan, warga binaan tidak ada yang terjangkit Covid-19. Jika ada warga binaan yang mulai mengeluhkan kesehatannya, kami akan turunkan tim untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain melakukan penyemprotan disinfektan, Lapas Tulungagung juga akan menutup sementara kunjungan dari keluarga warga binaan. “Kami akan melakukan penutupan sementara kepada masyarakat yang ingin berkunjung di lapas. Dimulai pada 23 hingga 31 Maret 2020. Bukan kami bermaksud tidak empati kepada warga binaan, melainkan hal ini kami lakukan demi kebaikan bersama,” tuturnya.

Bukan berarti warga binaan tidak dapat berkomunkasi sama sekali dengan keluarganya, pihak lapas telah membuat kebijakan, mengganti kunjungan tatap muka dengan melalui video call. “Agar warga binaan tetap dapat berkomunikasi dengan keluarganya, kami membuat sistem hubungan dengan cara video call, yang disesuaikan dengan jam kunjung lapas seperti biasanya,” ungkapnya sambil tersenyum.

Selain itu, berdasarkan instruksi dari provinsi, lapas tidak akan memindah atau menerima warga binaan dari lapas lain. “Tidak ada rutan atau lapas yang boleh menerima atau melakukan pemindahan terhadap warga binaan. Sampai batas waktu yang tidak kami ketahui. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

(rt/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia