alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Suasana Pasar Ngemplak yang Diterpa Isu Penutupan karena Covid-19

Pedagang Cuek, Omzet Jualan Tetap Stabil

21 Maret 2020, 18: 30: 59 WIB | editor : Retta wulansari

RAMAI: Suasana jual beli di Pasar Ngemplak kemarin sore. Para pedagang dan pembeli tidak terpengaruh isu korona.

RAMAI: Suasana jual beli di Pasar Ngemplak kemarin sore. Para pedagang dan pembeli tidak terpengaruh isu korona. (DHARAKA R. PERDANA/RATU)

Merebaknya virus korona memang membuat banyak sendi kehidupan lumpuh. Bahkan, hal tersebut sempat memunculkan isu tidak benar mengenai bakal ditutupnya sementara Pasar Ngemplak. Konon katanya akan disemprot disinfektan.

Suasana Pasar Ngemplak kemarin memang tidak ada perubahan. Pasar yang berada di Jalan K.H.R. Abdul Fatah tersebut tetap ramai dengan bertemunya para pedagang grosir sayur mayur, dengan pembeli dari dalam maupun luar Tulungagung. Mereka terkesan tidak ngreken (acuh tak acuh) tentang penyebaran virus korona.

Padahal, bencana nonalam berskala nasional tersebut sempat memunculkan isu tidak sedap. Melalui jejaring WhatsApp, isu tersebut bergulir dari satu orang ke orang lain. Lucunya, para pedagang maupun pemilik lapak di dalam pasar malah tidak mengetahuinya. “Sempat mendengar juga, tetapi saya tekankan itu tidak benar,” kata Ada Hadiwijaya, salah satu pemilik kamar mandi umum.

Menurut dia, isu tersebut memang santer terdengar di luar dinding pasar. Sedangkan dirinya dan pedagang lain malah kurang tahu. Bahkan, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala tanda keheranan. “Kok bisa ada isu seperti itu. Padahal, itu sangat merugikan kami,” tambahnya.

Pria berbadan tegap ini mengakui, jika aktivitas jual beli di dalam pasar memang berjalan lancar seperti biasa. Kalaupun agak sepi, itu merupakan hal yang lumrah karena setiap saat bisa terjadi. Para pedagang tampaknya santai-santai saja menanggapi isu Korona. “Kalau terlalu memikirkan hingga mengarah ke ketakutan, tentu tidak ada rezeki yang didapat. Selain itu, jika sampai pasar berhenti beraktivitas, banyak orang yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dapur,” tuturnya.

Warga Desa Batangsaren, Kecamatan Kauman, ini berharap, dalam waktu dekat instansi terkait segera melakukan langkah untuk mengamankan area pasar. Apalagi fasilitas umum lainnya, seperti terminal bus, juga sudah diberi disinfektan. “Ya, mohon disemprot agar pedagang dan pembeli semakin nyaman bertransaksi di sini,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Pungki, salah satu pedagang sayur. Menurut dia, pascapemberitaan korona semakin masif di berbagai portal berita, para pedagang tidak begitu menggubrisnya. Apalagi orang yang sering bertransaksi merupakan pelanggan lama. “Contohnya saya sendiri. Per hari omzet yang didapat cenderung stabil karena sayur mayur yang dijual disesuaikan dengan permintaan calon pembeli,” katanya.

Warga Mojo, Kabupaten Kediri, ini tidak menampik, isu yang beredar di media sosial kadang kala membuatnya kebingungan. Namun, dia memilih untuk menelisiknya lebih jauh dan tidak gampang begitu saja. “Isu yang beredar di medsos yang justru membuat para pedagang kebingungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tulungagung Imroatul Mufidah saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan adanya isu penutupan Pasar Ngemplak karena akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Untuk itu, dia membantah dengan tegas adanya isu tersebut karena belum ada koordinasi dengan dinas kesehatan selaku pemilik obat. “Isu tersebut tidak benar. Sehingga para pedagang jangan gampang percaya,” tegasnya. 

(rt/rak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia