alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Pantau Covid-19, Ratusan Bidan dan Perawat Desa

23 Maret 2020, 09: 12: 53 WIB | editor : Andrian Sunaryo

SETULUS HATI: Di sela-sela aktivitas petugas posko Covid-19, mereka gunakan bencengkerama untuk menghilangkan penat.

SETULUS HATI: Di sela-sela aktivitas petugas posko Covid-19, mereka gunakan bencengkerama untuk menghilangkan penat. (Hamam/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Dinas kesehatan (dinkes) mengerahkan lebih dari 300 bidan dan 163 perawat desa. Hal ini untuk memantau potensi persebaran wabah Covid-19 (coronavirus disease) di 271 desa dan kelurahan se-Kabupaten Tulungagung.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Bambang Triono mengatakan, gerakan tanggap darurat bencana nonalam itu telah dilakukan serentak semenjak satuan tugas penanggulangan wabah Covid-19 dibentuk pada Senin (16/3). Hasilnya, per hari ini telah ada 295 laporan hasil telusur atau pelacakan epidemi yang masuk ke posko satgas penanggulangan wabah Covid-19 yang dipusatkan di Dinkes Tulungagung. "Dari jumlah laporan hasil telusur itu, 7 berstatus PDP (pasien dalam pengawasan), 17 ODP (orang dalam pemantauan/pengawasan), dan sisanya dinyatakan dalam kondisi sehat," katanya.

Kendati demikian, belum ada satu pun kasus Covid-19 terkonfirmasi positif di Tulungagung. Dari tujuh pasien berstatus PDP yang kini dirawat di RSUD dr Iskak, kata Bambang, dua di antaranya telah terkonfirmasi negatif Covid-19 berdasar hasil pemeriksaan laboratorium di Balitbang Kesehatan Jakarta. “Untuk enam sisanya, termasuk pasien dalam pengawasan Covid-19 asal Jerman dan yang masih usia balita, hasil pemeriksaan lab atas sampel swab tenggorokan masih menunggu,” tuturnya.

Pemkab Tulungagung bersama tim satgas penanggulangan Covid-19 telah menyiapkan dua puskesmas penyangga untuk mengantisipasi lonjakan kasus korona. Dua puskesmas yang disiapkan adalah Puskesmas Ngantru di Kecamatan Ngantru dan Puskesmas Bangunjaya di Kecamatan Pakel. Setiap puskesmas ini mampu menampung hingga 30 pasien yang berstatus ODP ataupun PDP.

Dinkes Tulungagung bahkan tengah menyiapkan skenario susulan dengan menambah puskesmas penyangga di Kecamatan Kalidawir, apabila kasus Covid-19 di Tulungagung mengalami lonjakan dan RSUD dr Iskak maupun dua puskesmas penyangga yang telah ditunjuk kewalahan. "Insyaallah kami siap. Satgas penanggulangan Covid-19 sepenuhnya siap menghadapi semua risiko dan kemungkinan yang akan terjadi. Selain mempersiapkan puskesmas penyangga tambahan, evaluasi akan kami lakukan secara berkala guna mengendalikan potensi penyebaran kasus Covid-19 yang telah menjadi pandemi global ini," ujarnya.

Langkah mitigasi bencana nonalam Covid-19 tak hanya dilakukan dengan memantau perkembangan saat ini. Satgas Covid-19 di Tulungagung bahkan mulai mengantisipasi kepulangan ribuan TKI atau buruh migran Indonesia asal daerah itu menjelang Ramadan dan Lebaran 1441 Hijriah pada April-Mei 2020.

Mantan sekretaris dinas pendidikan ini menyebut, bidan dan perawat desa telah dibekali kapasitas untuk melakukan serangkaian aksi pelacakan secara epidemologi terhadap setiap warga yang baru pulang dari luar negeri maupun daerah-daerah terpapar lain di dalam negeri. Koordinasi akan mereka lakukan dengan perangkat desa dan jaringan RT/RW untuk memantau warga yang barusan pulang dari merantau/luar negeri ataupun WNA yang datang. “Bidan atau perawat ini selanjutnya akan melakukan aksi "jemput bola" dengan mendatangi BMI atau warga yang baru pulang dari rantau tersebut. Mulai dari memeriksa kesehatan umum serta melakukan serangkaian wawancara untuk menelusuri riwayat perjalanan dan interaksi yang bersangkutan,” paparnya.

Jika diketahui barusan pulang/datang dari daerah terpapar Covid-19, apalagi mengalami gejala batuk-pilek disertai demam, maka bidan/perawat desa akan segera melakukan tindakan awal penanganan medis. Dinkes pun juga mengimbau warga untuk proaktif melapor jika ada warga dari luar negeri yang datang ataupun jika ada yang mengalami gejala batuk-pilek disertai demam dengan riwayat bersinggungan dengan pasien Covid-19. “Supaya 'tracking' (pelacakan) dan langkah penanganan dini segera bisa kami lakukan dengan efektif," ujar pria paro baya ini.

Di sisi lain, tempat-tempat hiburan diwajibkan tutup operasional sementara. Lapangan GOR Lembu Peteng yang biasanya ramai menjadi pusat jajanan, penganan, permainan, dan tempat nongkrong warga Tulungagung juga ditutup total. Pun demikian halnya dengan warung-warung kopi yang bertebaran di kota dan berbagai pelosok desa setempat. Satpol PP gencar menyosialisasikan agar warga mengurangi aktivitas keluar rumah, menghindari kerumunan sementara waktu demi meminimalkan risiko penyebaran wabah Covid-19. (*)

(rt/rak/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia