alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Cek Suhu Penumpang Tulungagung Sebelum Berangkat

23 Maret 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

SCREENING: Calon penumpang diperiksa menggunakan pemindai suhu tubuh sebelum melakukan boarding di Stasiun Tulungagung.

SCREENING: Calon penumpang diperiksa menggunakan pemindai suhu tubuh sebelum melakukan boarding di Stasiun Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Bertambahnya jumlah kasus coronavirus disease (Covid-19) di Indonesia, membuat pemerintah meningkatkan kewaspadaan. Salah satunya memperketat pengawasan pada pintu-pintu masuk jalur transportasi darat di daerah. Seperti yang terlihat di Stasiun Tulungagung, setiap calon penumpang harus menjalani pemeriksaan suhu tubuh sebelum boarding. “Upaya ini kami lakukan untuk mendeteksi adakah calon penumpang yang dicurigai terinfeksi virus korona,” jelas Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko melalui Kepala Stasiun Tulungagung Dani Sumarna.

Dani mengatakan, kebijakan ini telah diterapkan sejak Minggu lalu (14/3). Nantinya jika terdapat calon penumpang dengan suhu tubuh 38 derajat Celsius atau lebih, diimbau untuk tidak melanjutkan perjalanan. Sementara tiket penumpang dapat dikembalikan penuh di luar bea pesan. “Jadi, untuk calon penumpang yang tidak dapat melanjutkan perjalanan, tiket akan kami kembalikan 100 persen. Tentu ini di luar bea pesan,” terangnya.

Tak hanya melakukan pengecekan suhu tubuh pada calon penumpang, pihaknya juga menerapkan kebijakan social distancing seperti yang dianjurkan pemerintah pusat. Tempat duduk di ruang tunggu pun diberi pembatas. Selain itu, batas antrean calon penumpang, baik di loket tiket maupun pintu boarding pun diatur. Kebijakan social distancing juga berlaku pada kapasitas KA lokal. Dari yang berkapasitas maksimum 150 persen untuk satu kali perjalanan, kini menjadi 75 persen. “Social distancing ini kami terapkan untuk menekan penyebaran virus korona di titik-titik stasiun,” imbuhnya.

Disinggung mengenai jumlah pembatalan tiket, Dani mengatakan, hingga kini belum ada calon penumpang yang melakukan pembatalan tiket perjalanan untuk Maret hingga April mendatang. Bahkan, tiket KA Lebaran tetap diburu oleh masyarakat. Dari pantauan rail ticket system (RTS), hingga 17 Maret untuk keberangkatan tanggal 19 Mei hingga 2 Juni dengan KA Kahuripan relasi Blitar ke Bandung PP sudah ludes terjual. Sementara untuk KA Brantas relasi Blitar ke Pasar Senen untuk 26 Mei hingga 28 Mei juga ludes terjual. “Untuk pembatalan tiket masih nihil. Bahkan, masih banyak yang berburu tiket Lebaran,” tandasnya. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia