alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Covid 19, UNBK SMA Ditunda, Sekolah di Tulungagung Pasrah

23 Maret 2020, 14: 30: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

ilustrasi

ilustrasi

KOTA, Radar Tulungagung - Meningkatnya kasus penyebaran virus korona di wilayah Indonesia, terutama di wilayah Jawa Timur (Jatim), membuat pemerintah memutuskan menunda pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMA. Sebelumnya, UNBK jenjang SMA dijadwalkan pada 30 Maret mendatang. Namun, karena merebaknya kasus Covid-19, UNBK jenjang SMA akan dilaksanakan pada 6 hingga 9 April mendatang.

Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Tulungagung-Trenggalek Solikin membenarkan informasi tersebut.  “Betul, dari kebijakan pemerintah provinsi, UNBK SMA ditunda sampai 6 April mendatang,” jelasnya.

Tak hanya pelaksanaan UNBK yang ditunda, kegiatan belajar mengajar (KBM) online juga diperpanjang hingga 5 April mendatang. Sebelumnya, masa KBM online hanya sampai 29 Maret mendatang. “Betul, untuk kegiatan belajar dari rumah juga kami perpanjang hingga 5 April. Ini sesuai arahan dari gubernur terkait penanggulangan Covid-19,” terangnya.

Untuk itu, dia pun mengimbau seluruh lembaga sekolah untuk mengikuti imbauan tersebut. Sekadar informasi, hingga Minggu (22/3), Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi mencatat total pasien positif di Jatim sebanyak 26 kasus. Sementara 79 masuk dalam kriteria pasien dalam pengawasan (PDP).

Sementara itu, Waka Bagian Humas SMAN 1 Kedungwaru, Mardiyani mengaku hanya dapat pasrah dan mengikuti anjuran dari pemerintah terkait penundaan pelaksanaan UNBK. Sebab, dari hari ke hari jumlah pasien positif virus korona terus bertambah. “Mau bagaimana lagi, kasusnya semakin bertambah dari hari ke hari. Kami pihak sekolah hanya mengikuti,” jelasnya.

Tertundanya pelaksanaan UNBK dimanfaatkan oleh pihak sekolah untuk memaksimalkan materi pembelajaran kepada siswa. Terlebih bagi siswa kelas XII.

Disinggung mengenai kebijakan belajar dari rumah, Mardiyani mengatakan tidak ada kendala cukup berarti dalam proses kegiatan tersebut. Namun, dia tak menampik jika sejumlah siswa mengeluhkan terbatasnya ruang untuk belajar. “Terkadang anak mengeluhkan koneksi internet. Jadi ya mau bagaimana lagi, kami sebagai guru juga hanya bisa memaklumi saja,” terangnya.

Dia pun berharap agar wabah ini segera berakhir. Sehingga proses KBM dapat berjalan seperti sebelumnya. Sehingga proses pembelajaran dapat berjalan maksimal sebagaimana mestinya. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia