alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Penyakit Asma Dijamin, Jono Bersyukur Dibantu JKN-KIS

23 Maret 2020, 10: 07: 26 WIB | editor : Retta wulansari

Pujiono, salah satu peserta JKN-KIS

Pujiono, salah satu peserta JKN-KIS

KOTA, Radar Tulungagung - Sebagai office boy (OB), Pujiono yang tercatat sebagai salah satu peserta JKN-KIS merasa bersyukur. Pria asal Desa/Kecamatan Kedungwaru mengakui, program pemerintah ini telah membantu biaya pengobatan istri dan putrinya yang telah lama menderita asma. “Asma ini masih berlanjut, tapi sekarang sudah jarang kambuh. Pokoknya tidak minum es, kena debu, dan capek-capek,” jelasnya.

Pria yang akrab dipanggil Jono ini mengaku, sebelum memiliki JKN-KIS, dirinya bisa menghabiskan biaya hingga Rp 400 ribu untuk sekali berobat. “Sebelum punya JKN, biaya sekali uap Rp 400 ribu. Dulu waktu masih kecil (putrinya, Red), dalam sebulan bisa 3 kali, 4 kali. Ya, tinggal dikalikan saja sebulan berapa (biayanya, Red),” ungkapnya.

Karena sudah terbantu, pria 41 tahun yang merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ini bersyukur diperhatikan pemerintah. Menurutnya, akan sangat terasa terutama bagi masyarakat yang tidak mampu. “Alhamdulillah ada bantuan dari pemerintah dan sangat membantu. Karena tidak memikirkan lagi kalau sakit. Pasti sangat terbantu lah, yang tidak mampu pasti merasakan,” ucapnya.

Tidak hanya biaya, tetapi kepastian pelayanan kesehatan bagi peserta. Karena sakit tidak dapat diprediksi sehingga penting memiliki JKN-KIS. Apalagi semua sudah memahami tidak ada yang mau atau tahu kapan jatuh sakit. Kalau sudah ikut JKN bisa tenang, saling membantu. Kalau sehat bisa membantu yang sakit, begitu pun sebaliknya. “Sekarang biaya berobat tidak bisa diprediksi. Kalau penyakit ringan, seperti batuk pilek tidak memerlukan biaya banyak, tapi kalau penyakit ginjal, liver, kanker, atau yang berat lainnya kan tidak sebulan dua bulan pengobatannya dan membutuhkan biaya tak sedikit. Bisa-bisa menjual motor, sapi, dan tanah,” tuturnya.

Oleh karena itu, pria ramah ini mengajak masyarakat yang belum terdaftar untuk mendaftarkan diri dan keluarganya sebagai peserta JKN-KIS. Karena suatu saat pasti akan membutuhkan. Kalau merasa tidak mampu, bisa daftar lewat kelurahan/desa. Nanti dibantu untuk jadi peserta PBI lewat dinas sosial. “Masyarakat juga harus hidup sehat jangan sampai sakit. JKN kan sistemnya gotong royong, saling membantu. Pasti suatu saat kita akan membutuhkan,” jelasnya.

Dia pun mengucapkan terima kasih kepada pemerintah yang telah membantunya melalui kemudahan mengakses fasilitas kesehatan dan berharap agar BPJS Kesehatan bisa lebih baik lagi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi peserta JKN-KIS. 

(rt/rak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia