alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Antisipasi Covid-19, Razia MPU

Masih Sebatas Pengecekan Kesehatan

23 Maret 2020, 12: 25: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ILUSTRASI

ILUSTRASI (IST)

KOTA, Radar Trenggalek - Pengecekan kendaraan penumpang menjadi sasaran utama untuk antisipasi penyebaran virus korona (Covid-19, Red) di Trenggalek. Sedangkan, pengecekan kendaraan pribadi menunggu perkembangan lebih lanjut. “Kami utamakan untuk kendaraan bus dan travel,” ungkap Kabid Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Perhubungan (Dishub) Trenggalek Budi Supriyanto.

Menurut dia, checkpoint untuk antisipasi penyebaran Covid-19 sudah mulai dioperasionalkan di dua titik, yaitu di Anjungan Cerdas, Kecamatan Tugu dan Terminal Durenan, Kecamatan Durenan, Rabu lalu (18/3). Kurun lima hari berjalan, kedua checkpoint berfungsi sebagai titik untuk pengecekan penumpang bus dan travel. “Secara teknis di awal-awal, kami memberhentikan bus, kemudian petugas mengecek para penumpang,” kata dia. 

Budi, panggilannya, melanjutkan, dari kedua checkpoint, untuk titik di Anjungan Cerdas beroperasional pukul 03.30-07.00. Tim gabungan mengecek bus/travel yang memiliki rute Jakarta-Trenggalek-Tulungagung. Pengecekan dilakukan dini hari karena mayoritas angkutan umum dengan rute tersebut beroperasi pada malam hari. Kuota pengecekan itu maksimal tujuh bus. “Kami nyasarnya bus malam dari arah Jakarta-Trenggalek-Tulungagung. Setiap hari kami lakukan pengecekan,” kata dia. 

Sedangkan, untuk angkutan umum jenis pariwisata, sela Budi, tim gabungan tetap meminta mereka untuk berhenti. Kemudian menanyakan apakah hendak bertandang ke Trenggalek atau tidak. “Semisal hendak salat, makan di rumah makan Trenggalek, itu wajib kami cek dengan thermal gun,” imbuhnya. Dia melanjutkan, untuk checkpoint di Terminal Durenan, ada tiga sif yang diterapkan. Yakni mulai pukul 03.30 hingga 01.00. 

Pengecekan untuk kedua checkpoint masih sebatas angkutan umum, belum mengarah pada kendaraan pribadi. Menurut dia, pengecekan tersebut masih berdasarkan instruksi dari bupati. “Tergantung situasi. Kalau situasi terkait Covid-19semakin mengembang, bisa jadi tim akan diperintahkan mengecek kendaraan pribadi,” ungkapnya. 

Menyinggung estimasi waktu pengecekan di kedua checkpoint, Budi mengatakan, menunggu instruksi dari dinas terkait. Mulanya pengecekan dilakukan selama 14 hari hingga akhir Maret nanti. “Kita belum tahu karena itu akan melibatkan provinsi,” kata dia. 

Sementara, pihak Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Saeroni belum dapat dikonfirmasi terkait temuan-temuan pengecekan kesehatan di kedua checkpoint. 

(rt/dre/pur/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia