alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Pembukaan Tempat Wisata Belum Diketahui Kapan

23 Maret 2020, 15: 45: 59 WIB | editor : Retta wulansari

JANGAN BERKERUMUN: Masyarakat setempat melihat Pantai Prigi yang kini ditutup bagi wisatawan, setelah ada kebijakan terkait korona.

JANGAN BERKERUMUN: Masyarakat setempat melihat Pantai Prigi yang kini ditutup bagi wisatawan, setelah ada kebijakan terkait korona. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

WATULIMO, Radar Trenggalek - Masyarakat Bumi Menak Sopal dan sekitarnya harus menunda keinginannya jika ingin berkunjung ke destinasi wisata yang dikelola pemerintah. Hal ini terkait mewabahnya virus korona atau Covid-19, hingga membuat lokasi wisata yang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Trenggalek tersebut ditutup sementara waktu.

Hal itu dilakukan untuk pemutusan rantai penyebaran virus korona yang kini semakin parah. Penutupan tersebut dilakukan sementara waktu sampai Minggu mendatang (29/3). "Sementara penutupan yang kami lakukan sampai minggu depan, sambil menunggu petunjuk lebih lanjut," ungkap Kepala Disparbud Trenggalek Sunyoto.

Dia melanjutkan, hal itu terkait ada informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), bahwa tanggap darurat wabah virus Covid-19 tersebut diperpanjang hingga Jumat mendatang (29/5). Dalam rentang waktu itu, ada upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk mengurangi pengumpulan massa. Salah satunya dengan menutup tempat wisata tersebut. "Saat ini kami masih menunggu perkembangannya, apakah penutupan perlu diperpanjang atau tidak," katanya.

Dari situ, sedikitnya ada enam wisata alam yang biasanya menjadi tempat kerumunan masyarakat, ditutup. Lokasi tersebut seperti Pantai Prigi, Karanggongso, Simbaronce, dan Goa Lowo di Kecamatan Watulimo. Juga Pantai Pelang dan Konang di wilayah Kecamatan Panggul. Kendati dilakukan penutupan, petugas dari disparbud yang biasa berjaga di lokasi tersebut tetap masuk. Tujuannya, memantau masyarakat yang datang ke lokasi tersebut dan memberikan imbauan mengenai lokasi telah ditutup. Sehingga tidak ada lagi orang yang bergerombol. Sebab, kedatangan orang tersebut akan memancing yang lain.

Selain itu, sementara waktu, wisata yang dikelola masyarakat masih diperbolehkan buka. Dengan catatan, lokasi tersebut menerapkan standar seperti yang ditetapkan pemerintah, yaitu menyiapkan tempat cuci tangan, rutin menyemprot disinfektan, dan selalu menjaga kebersihan. Tak hanya itu, pengurus tempat wisata juga wajib mengikuti kebijakan yang diberlakukan pemerintah, yaitu menutup lokasinya. "Banyak ketua pengurus tempat wisata yang sudah memberitahukan untuk menutup destinasi wisatanya demi melakukan pencegahan. Selain itu, pemberitahuan penutupan ini telah kami pasang di jalan-jalan menuju lokasi tersebut," jelas mantan sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek ini. 

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia