alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Waspada, PDP dan ODP Naik, Masyarakat Tulungagung Jangan Panik

97 ODP, 18 Tercatat sebagai PDP

24 Maret 2020, 08: 46: 30 WIB | editor : Andrian Sunaryo

STERILISASI : Petugas menyemprot desinfektan di kantor ULT PSAI.

STERILISASI : Petugas menyemprot desinfektan di kantor ULT PSAI. (Ananias Ayunda Primastuti/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Kota Marmer terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung mencatat, hingga kemarin (23/3) tercatat 97 orang masuk dalam kategori ODP, dan 18 orang masuk kriteria PDP. Dari 97 ODP, dua di antaranya sedang dirawat inap di Puskesmas Ngantru, dan dalam kondisi stabil. Sementara 95 lainnya dalam pengawasan petugas kesehatan setempat.

 “Data yang kami terima hingga 23 Maret pukul 14.00, jumlah ODP sebanyak 97 orang, dan PDP sebanyak 18 orang,”jelas Juru Bicara (jubir) Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Bambang Triono.

Bambang mengatakan, dua ODP yang dirawat di puskesmas Ngantru masih dalam kondisi baik dan stabil. Sehingga belum ada peningkatan status keduanya menjadi PDP. “Itu nanti tim dokter yang memutuskan, karena melihat kondisi klinis pasien. Dia masuk ODP atau PDP,”terangnya.

Sementara untuk 18 pasien yang berstatus PDP, pria yang juga menjabat sebagai Plt Kepala Dinkes Tulungagung ini menjelaskan, satu di antaranya telah meninggal dunia dikarenakan memiliki riwayat penyakit klinis yang lain. Namun dari hasil swab dan pemeriksaan laboratorium, pasien tersebut negative covid-19. Sementara 9 PDP sudah dipulangkan karena dinyatakan sembuh dan dinyatakan negative berdasarkan hasil laboratorium. Dan 8 pasien lainnya hingga saat ini masih menjalani rawat inap di RSUD dr Iskak Tulungagung.

Disinggung mengenai kemungkinan meningkatnya angka ODP dan PDP, Bambang memprediksi kemungkinan tersebut masih ada. Ini seiring dengan tracing dan survailens yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Ia pun mengimbau pada masyarakat agar tidak panik dengan meningkatnya angka ODP maupun PDP. Sebab, baik ODP maupun PDP belum tentu positif terinfeksi virus covid-19. “Jangan panik kalau angkanya naik, itu adalah cara kami untuk menjaring dan mendeteksi. Jadi kalau ada kerabat atau yang lain yang baru saja pulang dari wilayah terpapar dan mengalami sakit, sebaiknya melapor ke petugas kesehatan setempat,”terangnya.

Sekadar informasi, ODP merupakan orang-orang yang masuk atau berada di Indonesia, entah WNI atau WNA, yang berasal dari wilayah yang sudah terpapar virus covid-19. Sementara, istilah PDP merupakan ODP yang mengalami sakit dan mengarah pada influenza berat hingga gangguan pernafasan. Sehingga harus mendapat perawatan intensif. PDP belum tentu positif terinfeksi virus covid-19, hingga dibuktikan dengan pengambilan sampel. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia