alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Masa Belajar di Rumah Diperpanjang

Siswa-Siswi TK/PAUD-SMP di Tulungagung

24 Maret 2020, 13: 00: 59 WIB | editor : Andrian Sunaryo

BELAJAR DI RUMAH DULU YA : Siswa-siswi di salah satu SMPN di Tulungagung saat di sekolah, sebelum pendemi korona.

BELAJAR DI RUMAH DULU YA : Siswa-siswi di salah satu SMPN di Tulungagung saat di sekolah, sebelum pendemi korona. (DOK RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Seiring bertambahnya jumlah pasien positif terinfeksi coronavirus disease (covid-19), pemerintah memutuskan untuk memperpanjang masa belajar dari rumah bagi siswa TK/PAUD, SD, dan SMP hingga 5 April. Sebelumnya, masa belajar di rumah berlaku selama 14 hari, yakni sejak 16 Maret hingga 29 Maret mendatang.

“Karena melihat kondisi wabah ini yang semakin meluas, masa belajar di rumah kami perpanjang hingga 5 April,”jelas Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Hariyo Dewanto Wicaksono.

Pria yang akrab Yoyok ini mengatakan, meski siswa belajar di rumah, ia mengimbau pada seluruh guru dan pihak sekolah agar proses KBM tetap berjalan seperti biasa. Guru maupun tenaga pendidik diminta untuk tetap mengirimkan materi pembelajaran melalui grup whatsapp maupun media lain secara daring. Nantinya jika siswa mengalami kesulitan dapat bertanya langsung melalui grup atau menghubungi guru pengajar bersangkutan.

“Jadi materi pembelajaran tetap dikirim ke siswa secara daring. Begitupun sebaliknya siswa tetap bertanya-jawab secara online,”terangnya.

Selain siswa yang belajar dari rumah, kini guru pun dapat mempersiapkan materi pembelajaran dari rumah. Ini berlaku mulai hari ini (24/3) hingga 29 Maret mendatang. Meski demikian, guru dan kepala sekolah tetap diminta untuk melaporkan tugas-tugasnya seperti biasa. “Guru mulai besok (hari ini) bisa bekerja dari rumah,”imbuhnya.

Sementara disinggung mengenai pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMP, ia mengatakan, hingga saat ini masih berkoordinasi dengan dinas pendidikan provinsi. Ini setelah beredar informasi ada kemungkinan UNBK SMP ditunda, sama halnya seperti UNBK SMA. “Belum ada keputusan untuk UN SMP, kemarin baru dapat info untuk SMA yang ditunda. Kami masih menunggu langkah dari provinsi seperti apa,”bebernya.

Selama proses belajar dari rumah, Yoyok berharap orangtua dan wali murid dapat terlibat aktif mengawasi siswa selama proses belajar. Tak hanya itu, ia pun mengimbau agar para siswa untuk memahami kebijakan belajar di rumah ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona. Bukan menjadikan sebagai momen liburan dan pergi ke tempat-tempat ramai. Bahkan siswa dianjurkan untuk tetap di rumah dan menjauhi tempat-tempat ramai maupun kerumunan dalam jumlah besar. “Kalau bisa anak-anak ini tetap di rumah, jangan keluyuran. Saya harap sekolah dan orangtua turut aktif mengawasi aktifitas anak-anak,”imbaunya. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia