alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Buka Mulut Setelah Diamankan Petugas

24 Maret 2020, 15: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

KLARIFIKASI: Beberapa petugas sedang membawa kertas SS sosmed sebagai dugaan informasi yang berisi Hoax.

KLARIFIKASI: Beberapa petugas sedang membawa kertas SS sosmed sebagai dugaan informasi yang berisi Hoax. (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Dua pelaku pembuat informasi hoax bahwa RSUD dr Soedomo merawat pasien positif virus Korona atau Covid-19, akhirnya buka mulut. Mereka mengaku sengaja mengunggah informasi itu tanpa sumber informasi yang valid, tapi hanya melalui kabar dari mulut ke mulut.

Kapolres AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan, dampak dari kedua pembuat informasi hoax itu sempat viral di media sosial (medsos) facebook. Tak pelak, postingan itu mengakibatkan situasi menjadi tidak kondusif, karena dapat memicu keresahan masyarakat di tengah menghadapi isu virus Korona di Indonesia. “Empat postingan dari kedua pemosting itu sudah diklarifikasi dengan pihak RSUD bahwa informasi itu tidak benar. Keempat postingan itu sudah dihapus,” ujarnya.

Kedua pembuat berita hoax itu, yakni berinisial O, 20, wanita, warga Kecamatan Trenggalek, dengan akun berinisial OVN. Sedangkan satu lainnya, berinisial B, 30, salah satu warga kecamatan di Trenggalek, dengan akun inisial YBAA. "Inisial O, dia memposting informasi ada pasien positif di RSUD. Kalau inisial B, dia ikut berkomentar adanya temuan pasien covid-19," kata dia.

Seperti diketahui, inisial O memposting jika ada tiga pasien yang terjangkit virus Korona di RSUD. Sedangkan inisial B mengklaim seolah-olah memang benar ada pasien terjangkit virus itu di RSUD. "Sebenarnya ada satu-dua orang yang bertanya-tanya (menanggapi postingan mereka, Red), tapi itu (postingan kedua pelaku, Red) belum terlalu berdampak di Trenggalek," ungkapnya.

Pembuat berita hoax dengan Inisial O mengaku, mendapat informasi awal dari penjual sekitar rumah sakit. Tujuan mengunggah informasi itu untuk meningkatkan kewaspadaan di masyarakat. “Saya tidak tahu kalau postingan saya dapat meresahkan seluruh warga masyarakat,” ungkap salah satu pekerja di salah satu usaha minuman di Trenggalek.

Sedangkan pembuat berita hoax inisial B mengakui sudah menyebarkan berita yang belum tentu kebenarannya. Dan, informasi itu membuat resah masyarakat. “Saya berkomentar di postingan teman. Waktu itu, kebetulan saya sedang di rumah sakit melihat petugas memakai pakaian antisipasi Korona yang membawa pasien,” ujarnya.

Sementara Humas RSUD dr Soedomo Sujiono menegaskan, pihaknya tidak pernah memberikan konfirmasi terkait pasien yang positif terjangkit covid-19. “Alhamdulillah, sampai saat ini RSUD tidak pernah merawat pasien positif covid-19,” ungkapnya. 

(rt/pur/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia