alexametrics
Jumat, 10 Apr 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Pembunuh Pasutri Divonis 15 Tahun Penjara

Tidak Ada yang Meringankan, Terdakwa Banding

24 Maret 2020, 19: 40: 59 WIB | editor : Retta wulansari

PUTUSAN : Kedua terdakwa menunduk saat sidang putusan perkara pembunuhan pasutri.

PUTUSAN : Kedua terdakwa menunduk saat sidang putusan perkara pembunuhan pasutri. (Hammam Deva Setiawan/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Dua terdakwa pembunuh pasangan suami istri (pasutri) Adi Wibowo, 61, dan Suprihatin, 50 warga Dusun Ngingas, Desa/Kecamatan Campurdarat, hanya bisa pasrah ketika mendengar Hakim Ketua, Afit Rudiadi membacakan vonis di ruang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung pada Senin (23/3) kemarin. Kedua terdakwa, yakni M. Rizal Saputra, 22, dan Deni Yonatan Fernando,25, diputus 15 tahun penjara. Ketua hakim menilai, kedua terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan pembunuhan atau turut serta melakukan pembunuhan melanggar pasal 338 jo pasal 55 ayat 1 KUHP dan UU No 55 Tahun 1951.

Yuri Ardiansyah, selaku Humas PN Tulungagung mengatakan, ada beberapa hal yang memberatkan kedua terdakwa. “Perbuatan terdakwa telah mengakibatkan hilangnya dua orang nyawa yakni, Suprihatin, 61, dan Adi Wibowo, 50. Perbuatan tersebut dilakukan secara sadis dan keji. Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat. Terdakwa berbelit-belit dan tidak kooperatif saat dilakukan pemeriksaan di persidangan, dan terdakwa berupaya mengelabuhi majelis hakim dalam mencari kebenaran materiil di persidangan,” tuturnya.

Terkait upaya mengelabuhi yang dimaksud, Yuri-sapaan akrabnya menjelaskan, adanya dugaan pemalsuan dan adanya keterangan palsu yang dilakukan oleh saksi dari terdakwa. “Saksi ini bernama Suwignyo dan Heru, mereka adalah saksi yang diajukan oleh pihak terdakwa. Dan menurut sepengetahuan kami, hal tersebut sedang diproses di Polres Tulungagung,” jelas pria ramah itu.

Dalam perkara ini, tidak ada alasan untuk meringankan terdakwa. “Vonis yang dijatuhkan adalah kurungan 15 tahun penjara. Itu sesuai dengan tuntutan dari JPU. Dan tidak adanya alasan yang meringankan atas perbuatan yang dilakukan kedua terdakwa tersebut,” ungkap Yuri.

Setelah amar putusan dijatuhkan oleh majelis hakim, Bambang Suhandoko, selaku kuasa hukum kedua terdakwa, mengajukan banding atas putusan sidang tersebut. “Kami meyakini bahwa kedua terdakwa bukanlah pelaku pembunuhan tersebut. Maka dari keputusan majelis hakim pada sidang kali ini, kami akan melakukan upaya hukum,” ujarnya.

 Bambang mengatakan, hal-hal yang telah terungkap dalam persidangan tidak saling berkaitan. Sehingga pihaknya menganggap bahwa hal tersebut tidak bisa membuktikan kedua terdakwa adalah pelaku pembunuhan. “Bukti dan keterangan yang dimiliki oleh pihak jaksa penuntut umum (JPU) tidak ada keterkaitan dengan kedua terdakwa,” jelasnya.

Sementara, Anik Partini, selaku JPU mengatakan, putusan majelis hakim pada sidang kali ini sesuai dengan tuntutan JPU. “Adapun ketika kuasa hukum terdakwa melakukan banding, saya menyatakan untuk pikir-pikir dulu. Saya pun bisa banding atau melakukan contra memori banding,” tandasnya

Sementara itu dari pantauan Koran ini, sidang yang berlangsung di ruang Cakra kemarin, digelar berbeda dengan sidang sebelumnya. Yakni, kedua belah pihak, keluarga korban dan terdakwa dilarang masuk ke ruang sidang. Mereka hanya bisa menunggu di halaman PN Tulungagung. Itu dilakukan demi keamanan. Karena pada sidang sebelumnya (18/3), keluarga korban dan terdakwa sempat memanas di akhir sidang.

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia