alexametrics
Minggu, 31 May 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features

Melihat Upaya Warga Perumahan Puri Jepun Permai II, Kelurahan Jepun

Bangun Gerbang Sterilisasi

27 Maret 2020, 18: 50: 59 WIB | editor : Retta wulansari

CEGAH KORONA: Salah seorang warga disemprot disinfektan ketika memasuki Kawasan Perumahan Puri Jepun Permai II.

CEGAH KORONA: Salah seorang warga disemprot disinfektan ketika memasuki Kawasan Perumahan Puri Jepun Permai II. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

Banyak cara dilakukan untuk memerangi wabah coronavirus disease (Cvid-19). Seperti yang dilakukan warga Perumahan Puri Jepun Permai II, Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung. Warga bergotong royong membangun gerbang sterilisasi sebagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Sebuah terowongan besar terbuat dari plastik tebal dan bambu berdiri kukuh di pintu masuk Perumahan Puri Jepun Permai II, Kelurahan Jepun, Kecamatan Tulungagung. Tak lama kemudian, percikan air keluar, persis ketika seseorang sedang melintas memasuki gerbang pintu masuk perumahan. Ya, layaknya sebuah terowongan sterilisasi, gerbang sterilisasi ala warga di Perumahan Puri Jepun Permai II ini berfungsi untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di lingkungan perumahan.

Ketua RT Perumahan Puri Jepun Permai II, Suwarno mengatakan, gerbang sterilisasi ini berasal dari ide warga setempat. Ini sekaligus wujud partisipasi warga dalam melawan virus yang telah menginfeksi hampir 192 negara di seluruh dunia ini. “Semua anjuran pemerintah dan protokol kesehatan dalam mencegah virus korona. Kami muulai dari sterilisasi lingkungan, cuci tangan, hingga social distancing (jaga jarak),” jelasnya.

Suwarno sadar, mobilitas warga yang relatif tinggi tentu mengundang risiko. Dengan gerbang sterilisasi ini, setidaknya menjadi upaya kecil untuk melindungi warga perumahan sekaligus mencegah penularan virus korona. Untuk meyelesaikan gerbang setinggi 4 meter (m), panjang 5 m, dan lebar 3 m ini, warga memerlukan waktu sekitar dua hari dua malam.

Uji coba pun dilakukan dengan mengaktifkan semprot disinfektan melalui instalasi pipa dan 12 sprinkle sprayer yang terpasang di atap lorong dan tiang gerbang. “Setiap ada yang melintas, cairan disinfektan dalam bentuk uap/embun akan langsung menyemprot sehingga membasahi setiap benda yang ada dan melintas di bawahnya,” terangnya.

Disinggung mengenai ide awal, Suwarno mengatakan, konsep gerbang sterilisasi ini mirip gerbang sterilisasi di kompleks peternakan modern. Setiap orang atau kendaraan masuk harus melewati bilik semi tertutup dinding plastik transparan yang dipenuhi uap disinfektan. Konsep semakin mengerucut ketika salah satu warga mendapat kiriman link video dari channel YouTube yang menggambarkan gerbang sterilisasi di lingkungan Kalipakis, Bantul, Jogjakarta. Akhirnya warga sepakat membuat gerbang sterilisasi ini secara gotong royong,” katanya.

Dengan bahan-bahan sederhana seperti bambu dan plastik, warga pun secara swadaya mengumpulkan dana untuk membuat gerbang sterilisasi. Hasilnya, iuran warga terkumpul sebesar Rp2 juta dan bergotong royong membangun gerbang sterilisasi. Suwarno berharap, upayanya ini dapat menjadi contoh kecil bagi masyarakat sekitar dalam memerangi virus Covid-19. Dia pun mengimbau warganya untuk tidak banyak melakukan aktivitas keluar rumah terlebih dahulu. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi kunci utama.

(rt/nda/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia