alexametrics
Rabu, 03 Jun 2020
radartulungagung
icon-featured
Trenggalek

Trenggalek Darurat Wabah Korona

28 Maret 2020, 14: 15: 59 WIB | editor : Retta wulansari

MATIKAN VIRUS: Petugas gabungan dari dinas kesehatan (dinkes) dan polisi ketika melakukan penyemprotan disinfektan kendaraan yang melintas di simpang tiga Widowati.

MATIKAN VIRUS: Petugas gabungan dari dinas kesehatan (dinkes) dan polisi ketika melakukan penyemprotan disinfektan kendaraan yang melintas di simpang tiga Widowati. (ZAKI JAZAI/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Pemkab Trenggalek tampaknya harus all out dalam memutus matarantai penyebaran virus korona. Pasalnya, kemarin (27/3) Bupati Trenggalek telah menandatangani surat pernyataan status tanggap darurat bencana wabah penyakit akibat coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Hal itu sebagai tindak lanjut penetapan serupa yang telah dilakukan gubernur Jawa Timur (Jatim). Sehingga setiap daerah di wilayah Jatim harus melakukan hal yang serupa untuk memutus rantai penyebarannya. "Memang saat ini (kemarin, Red) belum ada warga Trenggalek yang positif. Makanya kami akan berusaha semaksimal mungkin jangan sampai ada yang positif," ungkap Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, apalagi menurut data yang ada, orang dengan risiko (ODR) di Trenggalek masih cukup tinggi. Apalagi berdasarkan data terbaru, ada sekitar 1.600 ODR di Trenggalek. Sehingga perlu dilakukan pemantauan lebih agar ODR tersebut tidak menjadi positif. "Kami akan terus memantau para ODR itu agar mengisolisasi diri minimal 14 hari. Sebab, virus korona ini tidak selalu membawa gejala. Bahkan yang sehat, jika terinfeksi bisa menularkan. Ini yang ditakutkan," katanya.

Sehingga dengan keadaan itu, pemkab akan meminimalisasi agar virus tersebut tidak sampai ke Trenggalek. Hal itu dilakukan, seperti membuat tiga checkpoint di tiga wilayah yang berbatasan langsung dengan kabupaten tetangga, seperti dengan Kabupaten Tulungagung, Pacitan, dan Ponorogo. Nantinya di checkpoint tersebut akan ada pengecekan kesehatan, seperti suhu badan. Selain itu, juga dilakukan penyemprotan disinfektan bagi kendaraan yang berada dari luar daerah. Nantinya pemkab akan membuat terowongan disinfektan bagi seluruh kendaraan dari luar kota. "Sementara ini hanya angkutan umum saja yang menuju ke checkpoint. Namun nantinya, seluruh kendaraan wajib melaluinya untuk dilakukan penyemprotan disinfektan," jelas Ipin. 

(rt/zak/dre/red/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia