alexametrics
Minggu, 31 May 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Nekat Nongkrong di Warkop

Puluhan Remaja Dibawa ke Polres

28 Maret 2020, 17: 20: 59 WIB | editor : Retta wulansari

NGEYEL: Para remaja yang terjaring razia penertiban warkop/kafe yang tak mengindahkan imbauan social distancing.

NGEYEL: Para remaja yang terjaring razia penertiban warkop/kafe yang tak mengindahkan imbauan social distancing. (SITI NURUL LAILIL M/ RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Puluhan remaja yang didominasi usia pelajar digelandang ke Mapolres Tulungagung, Kamis malam (27/3) dan Jumat kemarin (28/3). Lantaran, mereka masih ngeyel nongkrong asyik sambil ngopi di tengah imbauan untuk menerapkan pembatasan sosial (social distancing) dengan mengurangi kunjungan suatu tempat untuk menekan penularan virus korona atau Covid-19. Mereka dibawa untuk dibina dan diiharuskan membuat pernyataan diri untuk tidak mengulangi lagi.

Dari pantauan Koran ini, personel gabungan dari TNI, Polri, dan satpol PP melakukan penertiban dengan sasaran kafe/warung kopi (warkop) yang masih buka selama merebaknya pandemi Covid-19. Ada tiga warkop di Kecamatan Tulungagung dan Kedungwaru yang tetap buka. Bahkan, di warkop tersebut banyak pengunjung asyik nongkrong sambil ngopi dan main game. Lantas petugas yang datang langsung memberikan imbauan dan edukasi terkait wabah Covid-19. Diharapkan baik pengunjung maupun pemilik mau menerapkan social distancing dengan menutup kafe/warkop sementara waktu.

"Kegiatan patroli seperti ini sudah sering dilakukan selama merebaknya pandemi Covid-19 ini. Namun, mereka masih tetap buka," kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia, kemarin

Lantas, pemilik maupun pengunjung diangkut ke polres. Tujuannya, dilakukan pembinaan dan diminta pernyataan sikap. Selain itu, polisi juga memberikan efek jera dengan meminta sekitar 18 pengunjung  pada Kamis malam (27/3) dan tujuh pengunjung pada Jumat kemarin (28/3) yang didominasi pelajar itu untuk push up. Sebab, mereka masih ngeyel keluar rumah dan asyik nongkrong. Padahal, pemkab sudah memberikan kebijakan meniadakan belajar mengajar di kelas.

"Mereka ini diliburkan untuk tetap tinggal dan belajar di rumah. Bukan malah asyik nongkrong main game. Maka, efek jeranya kami minta untuk merenungi sikap dan kami panggil orang tua mereka," jelasnya.

Tak lama, satu per satu orang tua dari pelajar yang terjaring razia datang menjemput. Mereka tampak kesal. Pandia mengatakan, itu karena orang tua tidak mengetahui jika anaknya malah asyik nongkrong. Padahal, alasan berpamitan dengan orang tuanya masing-masing, ada yang mau beli kuota untuk belajar online, berpamitan mengerjakan tugas online, dan lainnya.

"Kami juga meminta pada orang tua, untuk lebih mengawasi anak-anaknya selama merebaknya pandemi Covid-19," tuturnya.

Selain pengunjung, pihaknya juga menggelandang tiga pemilik kafe/warkop untuk membuat pernyataan sikap, bahwa selama pandemi Covid-19 harus mematuhi aturan yang ada untuk sementara waktu tidak menerima kunjungan. Jikapun ingin membuka warung, hanya melayani take away. 

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia