alexametrics
Sabtu, 30 May 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Tiga Klaster Penularan Covid-19

09 April 2020, 15: 45: 59 WIB | editor : Retta wulansari

ILUSTRASI

ILUSTRASI (IST)

KOTA, Radar Tulungagung - Untuk memudahkan proses identifikasi penularan virus korona, Satgas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung memetakan penularan dengan skema klasterisasi. Sistem ini digunakan untuk mengategorikan dari mana asal penyebaran virus tersebut terjadi.

Jubir Satgas Penanggulangan Covid-19 Bambang Triono mengatakan, dari lima pasien Tulungagung dan satu pasien yang dipindah data ke Trenggalek yang terkonfirmasi positif, pihaknya telah memetakan tiga klaster penularan korona di Tulungagung. Klaster pertama, terkonfirmasi dari pasien berinisial AH, warga Kecamatan Bandung, yang pulang dari ibadah umrah. Klaster kedua, terkonfirmasi dari peserta pelatihan tim pemandu haji daerah (TPHD) 2020 di Surabaya. Sedangkan klaster ketiga, terkonfirmasi dari pasien Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, yang sempat dirawat di Tulungagung.

Pemetaan itu didapat setelah tim satgas melakukan tracking dan analisis terhadap orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kelima pasien positif.

“Sementara kami petakan ada tiga klaster dan tracking masih berlanjut hingga sekarang,” ungkap pria yang menjabat sebagai Plt Kepala Dinas Kesehatan Tulungagung ini.

Bambang menjelaskan, tracking pada klaster pertama hampir tuntas. Bahkan, dari 20 orang yang berhasil dideteksi, dua orang yang memiliki riwayat kontak dekat dengan AH positif rapid test. Mereka bertiga kini tengah menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung sambil menunggu hasil uji swab keluar.

“Untuk klaster kedua, yakni terhadap peserta TPHD di Surabaya, masih dalam proses. Tim sedang melacak siapa saja yang pernah kontak dengan yang bersangkutan," tegasnya.

Untuk klaster ketiga, kata Bambang, dipetakan terjadi transmisi atau penularan lokal. Itu setelah ada empat orang terkonfirmasi positif korona. Keempatnya memiliki riwayat kontak dengan pasien asal Ngadiluwih, Kediri tersebut. Sebelumnya, tim surveilans sudah berupaya melakukan pelacakan hingga lebih dari 50 orang yang dideteksi.

"Dari pasien yang positif, satgas melakukan pelacakan. Terbaru, ada empat orang yang sudah diambil sampel swab tenggorokannya. Mereka adalah orang tua dan keluarga dari salah satu pasien," tuturnya. 

(rt/lai/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia