alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radartulungagung
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Lulusan SMP Sederajat Harus Aktif

Jika Ingin Lanjutkan ke Jenjang SMA

12 Mei 2020, 17: 05: 59 WIB | editor : Retta wulansari

TUNGGU KELULUSAN : Siswa kelas IX SMP yang nantinya akan mengikuti PPDB jika ingin melanjutkan ke SMAN

TUNGGU KELULUSAN : Siswa kelas IX SMP yang nantinya akan mengikuti PPDB jika ingin melanjutkan ke SMAN (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Calon lulusan SMP sederajat di Kota Keripik Tempe tampaknya harus aktif sekaligus rajin berkonsultasi dengan wali kelas atau guru bimbingan konseling (BK). Sebab, mulai saat ini tahapan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di jenjang SMA negeri sudah dilakukan.

Ini dilakukan karena ada penghapusan Ujian Nasional (UN) karena menyebarnya virus korona. Sehingga tahap seleksi PPDB yang dulunya menggunakan nilai UN (Nun), sekarang diganti menjadi nilai rapor mulai kelas VII, hingga IX semester ganjil. Untuk itu pada Senin (27/4), hingga Sabtu (9/5) lalu sekolah telah mengentry nilai rapor tersebut. Nantinya nilai tersebut akan diverifikasi oleh siswa bersangkutan apakah sudah sesuai atau tidak. "Jadi Hari ini (kemarin, 11/5, red) hingga Jumat (12/6) mendatang, calon lulusan SMP sederajat atau siswa kelas IX mulai memverifikasi nilai yang diinputkan, dan tentunya secara online," ungkap Kasi SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK) Cabang Dinas Pendidikan (Cabdispendik) Provinsi Jawa Timur (Jatim) wilayah Tulungagung- Trenggalek Riris Etikasari.

Dia melanjutkan,  jika ada kesalahan, maka peserta didik yang bersangkutan langsung menghubungi wali kelas, atau guru BK. Sebab proses pembetulan nilai diserahkan ke SMP bersangkutan, seperti penginputan sebelumnya. Jika hal itu telah dilakukan maka tahapan akan dilakukan dengan pengambilan personal identification number (PIN) yang dijadwalkan pada Senin (8/6) hingga Sabtu (20/6), sebab pelaksanaan PPDB digelar mulai  Sabtu (13/6) mendatang."Perlu diingat semua aktivitas ini dilakukan secara online, termasuk pengambilan PIN, sehingga peserta bisa melakukannya dirumah tanpa perlu datang ke SMA/ SMK terdekat," katanya.

Sedangkan untuk tahapan PPDB sendiri, besar kemungkinan sama seperti tahun sebelumnya. Yaitu melalui jalur zonasi; prestasi nilai penggabungan antara nilai rapor dan rata-rata Nun sekolah 2019 lalu; serta jalur afermasi, perpindahan orang tua dan prestasi penghargaan atau perlombaan. Untuk persyaratan mendaftar sendiri sama, yaitu dengan surat keterangan lulus dari sekolah dan kartu keluarga (KK).

Bedanya hanya zonasi tahun ini untuk satu kabupaten, tidak terbagi beberapa zonasi dalam satu kabupaten. Rencananya, setelah peserta login, nanti akan ada pilihan lima sekolah yang sesuai dari asal peserta. Dari lima sekolah pilihan tersebut peserta bisa memilih tiga sekolah, yang nantinya dalam prosesnya akan diseleksi berdasarkan jarak untuk zinasi, dan nilai. "Kendati belum dilakukan sosialisasi secara resmi, namun hal ini telah kami informasikan ke sekolah-sekolah," jelas Riris. 

(rt/zak/dre/red/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia