alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Terlilit Utang, Nekat Gelapkan Mobil

Amankan 4 Orang Tersangka, 6 Pelaku Lain Masu

15 Mei 2020, 10: 17: 20 WIB | editor : Alwik Ruslianto

   SINDIKAT PENGGELAPAN MOBIL RENTAL: Anggodo (paling kanan) mengakui sindikat tipu gelap 17 mobil rental saat rilis pers kemarin (14/5).

  SINDIKAT PENGGELAPAN MOBIL RENTAL: Anggodo (paling kanan) mengakui sindikat tipu gelap 17 mobil rental saat rilis pers kemarin (14/5). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Akibat terlilit utang, salah satu warga Desa Nglongsor, Kecamatan Tugu nekat cari duit dengan cara menyalahi aturan hukum. Diketahui pelaku bernama Anggodo (AGD), pria berusia 35 (tersangka, Red), yang kini tersandung masalah hukum terkait kasus penggelapan mobil rental.

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak dalam konfensi pers sempat menanyakan alasan tersangka melakukan aksi tersebut. AGD menjawab, untuk menutup utang-utang yang lalu. Menurut dia, pelaku tertarik melakukan aksi tipu gelap dengan modus sewa mobil rental karena ada keuntungan di balik itu. “Sekitar Rp 500-Rp 600 juta (utang tersangka, Red),” ungkapnya.

Dari pengakuan AGD, korban mayoritas dari kalangan teman-temannya. Dia juga mengaku mengenal semua korbannya. Selain itu, pelaku juga mengakui kalau dalam aksinya menggunakan cara membujuk rayu korban dengan iming-iming bagi hasil. “Saya menyesal,” kata AGD saat rilis pers di Polres Trenggalek kamarin (14/5).

Meski begitu, Calvijn -sapaan Jean Calvijn Simanjuntak- mengatakan, pengakuan tersangka masih perlu didalami. Sebab, ada tersangka-tersangka lain dalam jaringan AGD yang masih proses penangkapan. Menurut dia, dalam jaringan itu sudah empat tersangka yang sudah ditangkap. “Ada enam orang DPO, yakni tiga perantara dan tiga penadah,” ungkapnya.

Calvijn melanjutkan, AGD sebagai otak atas tipu gelap mobil rental. Sebab, AGD yang mencari korban dengan iming-iming Rp 200-Rp 500 per hari. Kalau bulanan antara Rp 6-Rp 9 juta, tergantung jenis dan tahun. “AGD bersama empat rekan lainnya dalam melakukan aksinya,” ungkap dia.

Secara teknis, ungkap Calvijn, ketika AGD telah memperdaya korban dan mendapatkan mobil rentalan. Dia memberikan mobil itu kepada Eko Sugeng Waluyo (ESW). ESW berperan untuk menggadaikan mobil tanpa sepengetahuan korban. Mobil-mobil itu digadaikan sekitar Rp 20-30 juta. Keuntungan penggadaian mobil itu, 10 persen untuk para rekannya, sedangkan yang lainnya untuk membayar utang dan sewa mobil. “Setiap AGD dapat mobil dari korban, dia berikan ke ESW,” ujar dia.

Namun, sindikat tipu gelap mobil itu mulai terungkap ketika AGD telat membayar duit kepada korban selama tiga bulan. Korban mulai curiga sehingga dia menyuruh untuk mengembalikan, tapi tersangka berkelit. “Ada dua pelapor yang masuk ke kami karena AGD selalu berulah dan banyak alasan ketika ditagih,” tegasnya.

Dari pemeriksaan, polisi mengungkap AGD telah menilap 17 mobil rental. Namun untuk tujuh mobil (barang bukti, Red) belum berhasil diamankan. "10 mobil sudah kami amankan. Sisanya masih dicari tim di lapangan," sambung Calvijn.

Dari kasus itu, polisi juga menangkap seorang perantara dan dua orang penadah. Mereka kini ditahan di Mapolres Trenggalek.

Kepada tersangka, polisi menerapkan pasal tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (tra/ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia