alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Lindungi Desa, Malah Masuk Bui

16 Mei 2020, 08: 46: 44 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERTUNDUK: Agus Purnomo saat digiring petugas untuk mengikuti rilis pers, kemarin.

TERTUNDUK: Agus Purnomo saat digiring petugas untuk mengikuti rilis pers, kemarin. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Apes benar nasib Agus Purnomo (AP) ini. Berniat ingin mencegah seorang pria bersenjata tajam (sajam) datang ke lingkungannya, tapi warga Desa Sumberdadap, Kecamatan Pucanglaban, ini harus mempertanggungjawabkan aksi heroiknya di bui.

Itu karena pria bersajam yang diketahui bernama Sarto, 54, warga Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Blitar, itu mengalami luka parah pada kepalanya setelah dijegal AP ketika berusaha menghentikan langkah Sarto menuju lingkungannya.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan, kejadian itu bermula ketika AP dan teman-temannya sedang melakukan penjagaan di desanya pada Selasa malam (12/5). Saat itu, AP melihat korban berjalan masuk ke desanya dengan membawa sajam berupa pisau kecil. Lantas AP bersama teman-temannya berusaha menyapanya. Namun, upaya itu tidak digubris korban.

"Korban ini datang ke Pucanglaban berjalan kaki dengan membawa sajam," katanya.

Khawatir pria bersajam itu akan melakukan tindak kriminal di lingkungannya, AP berinisiatif mengamankan korban dengan cara menjatuhkan korban dari belakang atau menjegal kakinya. Meski upaya melepas sajamnya berhasil, saat terjatuh, kepala korban membentur aspal hingga sempat tak sadarkan diri.

"Korban sempat dijemput pulang oleh keluarganya. Namun, kondisi kesehatannya memburuk lantas dibawa ke RSUD dr Iskak keesokan harinya (Rabu, 13/5, Red)," katanya.

Nahas, meski sempat mendapat penanganan oleh tim medis, nyawa korban tidak tertolong. Lantas, petugas kepolisian pun langsung melakukan olah TKP dan gelar perkara.

"Berdasarkan hasil gelar perkara, perbuatan AP hingga membuat korban tewas ini memenuhi unsur dalam pasal 351 ayat 2 dan atau ayat 3 KUHP tentang Penganiayaan hingga mengakibatkan meninggalnya seseorang, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," terangnya.

Disinggung terkait kejiwaan korban, Pandia belum bisa memastikannya karena tidak ada surat dari ahli jiwa yang menyatakan korban mengalami gangguan jiwa. Namun, dari hasil keterangan saksi dari keluarga korban, membenarkan jika Sarto mengalami gangguan jiwa. Bahkan, Sarto sering keluar rumah membawa pisau.

"Kami mengimbau agar masyarakat ketika melakukan penjagaan menemui seorang yang mencurigakan untuk tidak bertindak gegabah atau main hakim sendiri. Sebaiknya, langsung dilaporkan ke pihak aparat untuk menindaklanjutinya," tandasnya. (lil/ed/ris)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia