alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Tulungagung Adakan Jam Malam Pukul 22.00, Tak Untuk Pedagang Pasar

Dan Peronda Serta Pekerja Swalayan

17 Mei 2020, 08: 25: 11 WIB | editor : Andrian Sunaryo

Galih Nusantoro Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,

Galih Nusantoro Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, (Siti Nurul Lailil/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Pembatasan interaksi antarwarga semakin diperketat. Tak hanya menutup tempat hiburan malam, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung juga mulai memberlakukan pembatasan jam malam.

Wakil Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Galih Nusantoro mengatakan, pembatasan tersebut mulai diberlakukan hari ini. Pembatasan dimulai pukul 22.00 hingga 04.00. Dalam hal ini, bupati sekaligus ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung mengeluarkan instruksi ini sudah melalui analisis yang terukur. Tentunya, untuk mencegah adanya kerumunan dan mempercepat penanganan Covid-19 di Tulungagung.

"Dimulai Minggu malam (17/5). Tapi seminggu ini fokus sosialisasi dulu ke warga. Kurang lebih seminggu sosialisasinya," katanya.

HINDARI KERUMUNAN : Suasana di simpang empat Tamanan yang ramai pengendara melintas. Mulai hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberlakukan jam malam.

HINDARI KERUMUNAN : Suasana di simpang empat Tamanan yang ramai pengendara melintas. Mulai hari ini Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberlakukan jam malam. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

Galih menjelaskan, pembatasan ini tidak berlaku bagi warga yang memiliki aktivitas malam seperti pasar pagi di Ngemplak atau aktivitas bekerja di swalayan atau toko modern. Tentu dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ditentukan. Dalam instruksi itu, tambah Galih, memperbolehkan warga keluar dari rumah saat jam malam untuk beli obat di apotek atau urusan darurat.

"Ada pengecualian ya. Tentu kami ada patroli dari tim bidang pengawasan dan pengamanan nanti," imbuhnya.

Sambil menjalankan instruksi ini, tim gugus tugas akan terus mengevaluasi perkembangan penerapan pembatasan jam malam ini. Dia berharap warga patuh dengan kebijakan #stayathome. Begitu juga saat Lebaran nanti, diimbau tetap menerapkan anjuran pemerintah dalam menerapkan physical distancing, cuci tangan, dan protokol kesehatan lain.

"Sampai kapan itu lihat perkembangan nanti. Tentu akan terus kami evaluasi ya," jelasnya.

Namun setelah ada sosialisasi tapi masih ditemukan ketidakpatuhan warga dengan tetap beraktivitas di luar rumah pada saat jam malam, gugus tugas akan memberi sanksi tegas. Yakni berupa peringatan, peringatan tertulis, hingga kerja sosial.

"Instruksi ini sudah kami edarkan ke kecamatan dan desa" tegasnya

Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, meski ada pembatasan aktivitas di luar rumah, pihaknya memberikan toleransi kepada warga yang secara sukarela, bahkan kompak melakukan ronda malam menjaga keamanan lingkungan. Mengingat angka kriminal tinggi. Tentu aktivitas tersebut diimbangi dengan protokol kesehatan seperti physical distancing.

"Ya, boleh. Tapi harus mengikuti anjuran pemerintah menerapkan physical distancing. Selain itu, diimbau jangan main hakim sendiri ketika bertemu dengan orang mencurigakan. Sebaiknya dibawa ke aparat penegak hukum," tuturnya.  (*)

(rt/lai/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia