alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Gagasan New Normal Masih Taraf Wacana

Belum Diketahui Kapan Pandemi Berakhir

18 Mei 2020, 10: 14: 13 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA, Radar Trenggalek - Sebagian pelaku usaha mengaku belum pernah mendengar wacana new normal terkait program prioritas bagi para usaha mikro kecil menengah (UMKM). Dalam wacananya, program itu akan digalakkan usai pandemi korona berakhir.

Ketua paguyuban UMKM, Oender Pontjo Soediro Panggul Tini Sulistyowatiningsih menganggap wacana itu masih sebatas wacana karena belum ada komunikasi lebih lanjut dari organisasi perangkat daerah (OPD) maupun dari bupati Trenggalek. Tini tak memungkiri kalau belum mengetahui secara pasti konsep dari new normal. “Belum dengar ada wacana new normal itu,” ungkapnya.

Sejauh ini, kata dia, komunikasi hanya sebatas data-data terkait UMKM yang kena imbas Covid-19, seperti berapa kerugiannya, berapa jumlah pekerjanya, dan sebagainya. “Data itu sudah saya kirim akhir April lalu. Ada sekitar 50-an,” ujar wanita berjilbab itu. Dia menambahkan, belum ada komunikasi terkait wacana new normal.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomidag) Agoes Setiyono membenarkan, wacana itu belum tentu dapat dilaksanakan di tahun 2020. Menurut dia, belum ada yang tahu kapan pandemi virus korona berakhir. “Bisa jadi tahun depan baru bisa dilaksanakan,” cetusnya.

New normal, kata dia, khususnya untuk para UMKM, itu berisi konsep untuk menyemangati para pelaku usaha, yakni dengan memberikan beberapa stimulus seperti pelatihan maupun membuat jaringan pasar. “Belum mengarah ke perencanaan karena pandemi ini belum pasti berakhir. Kalaupun nanti Agustus selesai, sekitar akhir tahun bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemkab Trenggalek akan mengalokasikan anggaran untuk pemulihan usai Covid-19. Anggaran itu akan menyasar UMKM dan kelompok perempuan. Sedangkan bentuk dukungan pemulihan, berupa pelatihan keahlian baru, sarana, dan prasarana. "Pertama, bagaimana UMKM-UMKM ini harus hidup," kata dia. (tra/ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia