alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Ibu Rumah Tangga Produksi Home Decor

Tangan Sering Kepalu, Lumayan untuk Tambah Penghasilan

19 Mei 2020, 19: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Telaten : Fifi saat menyemprotkan pilog ke salah satu produk home dekornya.

Telaten : Fifi saat menyemprotkan pilog ke salah satu produk home dekornya. (Siti Nurul lailil m/ratu)

Banyak yang berbisnis karena ingin meningkatkan penghasilan. Namun tak sedikit pula yang menekuninya karena ketidaksengajaan atau hobi. Seperti yang dialami Asfi Manzilah, karena hobi mendekorasi rumah, ia pun membuat banyak home decor cantik dan unik. Akhirnya, karyanya pun dilirik dan diminati orang lain dari berbagai daerah.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH

KOTA, RADAR TULUNGAGUNG

Suasana siang kemarin cukup lengang di Perum Riverside 2, masuk Kelurahan Panggungrejo, Tulungagung. Kebanyakan warga sekitar memanfaatkan waktu siang untuk istirahat. Namun, tidak bagi penghuni Blok C 16. Meski suasana terik, namun ia masih tampak sibuk dengan berbagai alat pertukangan dan beberapa kayu pinus di lantai dua rumahnya.

Ya, penghuni rumah bernama Asfi Manzilah tengah dikejar target untuk menyelesaikan pesanan home decor berbahan kayu yang di-deadline sebelum Lebaran tiba. Karena pemesan ingin memanfaatkan home decor buatannya itu untuk mempercantik ruangan saat Lebaran nanti.

"Kami sudah close order sejak seminggu puasa kemarin. Ini hanya menyelesaikan pesanan aja," ucapnya saat koran ini berkunjung ke rumahnya.

Semua pengerjaan, dilakukan ibu rumah tangga ini sendiri. Baik dari desain, pemotongan, pengecatan hingga pemasangan ke rumah klien. Alat pertukangan seperti gergaji, palu, kuas, amplas sudah jadi alat yang tidak pernah jauh darinya.

"Awal terjun dunia ini, pada 2017 akhir. Dan Alhamdulillah, dari hobi jadi usaha ini terus berlanjut hingga sekarang," kata ibu dua anak ini.

Fifi-sapaan akrab Asfi Manzilah ini mengaku, awalnya usaha ini dilakukan dengan tidak  sengaja. Saat itu, iseng memosting hasil rak pot di medsosnya. Rak pot tersebut dibuat untuk memperindah tampilan teras, karena tak memiliki lahan untuk tanamannya. Namun, desain yang apik membuat teman-temannya tertarik dan meminta untuk membuatnya.

"Nah, dari postingan itu banyak yang tanya dan minta dibuatkan. Tapi sayangnya, suami saya yang memiliki basic pertukangan tidak bisa menerima pesanan, karena persiapan berangkat ke luar negeri," tambah wanita berusia 27 tahun ini.

Diapun harus memutar otaknya, karena sudah mengiyakan pesanan itu. Fifi pun mencoba mencari tukang untuk mengerjakannya. Namun, upayanya sia-sia. Tak lama, berhasil dapat tukang yang mau mengerjakan desain produk home dekor, tapi hanya dua bulan bertahan. Lantas, diapun belajar sendiri dengan arahan suaminya.

"Karena saya orangnya tidak mudah putus asa, akhirnya memberanikan diri belajar kemudian mengerjakan semuanya sendiri. Kepalu pun sudah biasa tanganku ini," katanya.

Pengerjaan pertukangan diambil alihnya bukan tanpa alasan. Dia ingin, ukuran dan bentuk sesuai apa yang dikonsepnya. Dengan begitu, dia bisa mengontrol sendiri kualitas home dekor kayu buatannya. Karena, dia tidak ingin mengecewakan customernya yang cukup jauh. Misalnya dari Palembang, Bandung, Cilacap, Papua, Bali, Lombok dan masih banyak lainnya.

"Kalau dibuatkan orang itu kurang puas. Makanya saya belajar sendiri meskipun jarang ada yang memilih usaha pertukangan seperti ini," jelasnya.

Produk home dekor buatannya cukup banyak. Di antaranya kotak tissu, rak pot bunga, hiasan dinding, rak dinding, dan masih banyak pernak-pernik untuk dekorasi rumah yang terbuat dari kayu Pinus. Kayu Pinus dipilih karena mudah dibentuk, tak ada getah, dan kekeringannya pas. Selain itu, serat yang dimiliki kayu Pinus juga menambah estetika dari produk yang dibuatnya.

"Umumnya yang beli itu suka mendekorasi rumah mereka. Bahkan sering konsultasi dengan saya, apa yang perlu ditambahkan," katanya.

Untuk mengimbangi perkembangan zaman, diapun sering berselancar di medsos untuk mencari referensi. Apalagi kini tema  dekorasi rumah itu cukup banyak, ada yang bertema minimalis, shabby chic atau vintage, industrial dan lainnya.

"Rata-rata perbulan pemesan bisa capai 30 an. Itupun mereka mau aja nunggu lama. Karena mungkin sudah percaya dengan saya," imbuhnya.

Untuk harga mulai Rp 45 ribu hingga keatas. Tergantung kerumitan desain dan besarnya produk. Terkadang dia menerima keluhan harga yang dinilai mahal. Namun, dia memastikan harga yang dipatoknya membawa kualitas.

"Yang sering pesan itu malah pelanggan lama. Mereka sangat percaya dengan hasil saya," katanya.

Fifi mengaku usahanya ini bisa membantu suami dalam meningkatkan ekonominya.  Selain itu, juga bisa menambah tabungan untuk kedua anaknya.

"Bukannya tidak bisa, tapi hanya manja. Buktinya, saya aja bisa mengerjakan pekerjaan pertukangan yang biasa dilakukan orang laki-laki ini," tandasnya. (ris)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia