alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Pantau Stok Daging, Masih Temukan Kios Kotor

19 Mei 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

SEHAT : Tim dari Dispertapan ketika melakukan pengecekan daging sapi yang dijual di tempat pejagalan wilayah Kelurahan Ngantru.

SEHAT : Tim dari Dispertapan ketika melakukan pengecekan daging sapi yang dijual di tempat pejagalan wilayah Kelurahan Ngantru. (ZAKI JAZAI/ RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek- Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapan)  harus lebih intens melakukan pemeriksaan terhadap hasil produksi peternakan di pasaran. Pasalnya, menjelang hari raya idul fitri seperti saat ini sangat rentan aksi pemalsuan daging sapi dan diganti dengan daging jenis babi guna memperoleh keuntungan yang berlebih.

Bukan hanya itu, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Trenggalek, ketika tim Dispertapan melakukan pengecekan dilapangan, masih didapat beberapa kios pasar yang menjual daging masih kurang  dalam menjaga standar kebersihan. Untuk itu,  perlu pemahaman dari pihak terkait, mengingat kondisi yang kotor bisa memicu datangnya bakteri yang merugikan. "Memang hal itu (kios kotor, red) yang kami temukan sejauh ini, semoga saja setelah diberi imbauan mereka bisa mengerti," Ungkap Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertapan Ririn Hari Setiani.

Dia melanjutkan, untuk tahap awal pemeriksaan yang sudah di lakukan pada hari pertama adalah pedagang daging baik sapi maupun ayam di Pasar Kampak, Bendo, juga jagal-jagal di wilayah Kelurahan Ngantru. Rencananya hari ini (19/5) pengecekan serupa juga akan dilakukan di sejumlah pasar seperti Pasar Durenan, Gandusari, dan Pasar Basah. "Tujuan kami melakukan pemeriksaan itu, guna tindakan pengamanan bahan pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh dan halal (Asuh)," katanya.

Dalam kegiatan tersebut yang  diperiksa lebih ke pemalsuan daging. Selain itu jenis daging gelonggongan baik sapi atau ayam. Sebab menjelang hari raya idul fitri ini tak menutup kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan berlebih dengan menjual daging gelonggongan untuk menaikan berat daging, juga mengganti daging sapi atau mencampurnya dengan daging babi, karena harga daging babi lebih murah. Sejalan dengan itu, dispertapan juga memberi pengetahuan baik kepada penjual maupun pembeli tentang bagaimana membedakan daging sehat, juga jenis daging. "Makanya pemeriksaan yang serupa akan kami lakukan hingga mendekati hari raya nanti," jelas dokter hewan tersebut. (Jaz/tri)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia