alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Buka, tapi Poli Gigi dan Mulut Tutup

Puskesmas Simo Normal Setelah Tutup 14 Hari

20 Mei 2020, 09: 30: 09 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KEMBALI AKTIVITAS: Seorang warga keluar dari gerbang Puskesmas Simo, kemarin (19/5). Pascaditutup dua pekan, Puskesmas Simo kembali membuka layanan kesehatan.

KEMBALI AKTIVITAS: Seorang warga keluar dari gerbang Puskesmas Simo, kemarin (19/5). Pascaditutup dua pekan, Puskesmas Simo kembali membuka layanan kesehatan. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Pascaberhenti beroperasi selama dua pekan, kemarin (19/5) Puskesmas Simo, Desa Simo, Kecamatan Kedungwaru, kembali beroperasi seperti biasa. Hanya layanan di poli gigi dan mulut yang masih ditutup sementara. Ini untuk menghindari penularan coronavirus disease (Covid-19). Sebab, penyebaran Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran pernapasan, mulut, ataupun hidung. “Sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa. Hanya layanan di poli gigi dan mulut yang memang masih tutup,” jelas Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro.

Galih mengatakan, dari hasil evaluasi yang telah dilakukan, penutupan selama 14 hari atau hampir sepekan ini dinilai berhasil. Sebab, dari hasil penelusuran atau tracing yang dilakukan, petugas sudah tidak lagi menemukan kasus positif terinfeksi Covid-19 maupun kasus reaktif rapid test. Tak hanya itu, penutupan selama 14 hari ini juga sesuai dengan protap kesehatan untuk memutus rantai penularan Covid-19.

“Penutupan selama 14 hari ini untuk memaksimalkan proses sterilisasi dan tracing. Ini juga dilakukan untuk menjaga kondisi psikis para karyawan, tenaga medis, dan paramedis yang ada di puskesmas tersebut,” terangnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Kabag Humas Protokol dan Kerja Sama Antarkepala Dinas Pemkab Tulungagung ini menyampaikan, dua kasus terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 dan dua kasus reaktif rapid test yang ditemukan beberapa waktu lalu sudah tuntas. Bahkan, dua pasien yang terkonfirmasi terinfeksi Covid-19 telah dinyatakan sembuh setelah hasil swab dinyatakan negatif dua kali berturut-turut. Sehingga kedua pasien dapat kembali beraktivitas.

Sementara untuk dua kasus reaktif rapid test, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung telah mengonfirmasi jika hasil swab test dua orang tersebut juga negatif. “Karena sudah tidak ada temuan lagi sehingga proses tracing kami nyatakan sudah tuntas. Masa karantina juga sudah terlewati,” imbuhnya.

Sebelumnya, Puskesmas Simo ditutup sepihak oleh Pemerintah Kecamatan Kedungwaru pada April lalu. Yakni setelah petugas menemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 atas pasien berinisial AI, yang merupakan tenaga medis di pukesmas tersebut. Namun, penutupan ini tidak berlangsung lama. Selang beberapa waktu, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung kembali melakukan penutupan pada 5 Mei lalu. Ini setelah hasil penelusuran dan pengembangan epidemiologi (PE) terhadap pasien AI membuahkan hasil. Petugas kembali menemukan kasus Covid-19 atas pasien berinisial FR yang merupakan rekan kerja AI. Dari hasil penelusuran, petugas kembali menemukan dua kasus reaktif rapid test. Sehingga Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung memutuskan kembali melakukan penutupan Puskesmas Simo selama 14 hari. (nda/ed/ris)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia