alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Awas, Travel Gelap Bawa Pemudik

20 Mei 2020, 09: 31: 56 WIB | editor : Alwik Ruslianto

DISITA: Petugas mengecek mobil travel gelap yang terjaring razia.

DISITA: Petugas mengecek mobil travel gelap yang terjaring razia. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Berbagai upaya dilakukan perantau atau pekerja migran Indonesia (PMI) untuk bisa pulang kampung di tengah larangan mudik. Salah satunya dengan menyewa travel gelap. Travel yang menyerupai kendaraan pribadi ini dinilai bisa meloloskan diri dari pemeriksaan petugas check point di perbatasan kota/kabupaten.

Hal itu disampaikan Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia. Dia mengatakan, modus menyewa travel gelap ini cukup marak. Bahkan, Sabtu malam (16/5) kemarin, petugas check point di Desa Notorejo, Kecamatan Gondang atau perbatasan Tulungagung-Trenggalek ini berhasil menjaring satu mobil Daihatsu Grand Max AG 1846 YH warna putih diduga travel gelap. Zaenal Mashuri, 36, warga Kecamatan Munjungan, Kabupaten Trenggalek, sebagai pengemudi tak berkutik ketika petugas memeriksa mobilnya yang diketahui mengangkut empat perantau asal Trenggalek.

"Saat diperiksa, ternyata mereka tidak saling kenal. Setelah diinterogasi mengakunya dari Surabaya dan hendak pulang ke Trenggalek," katanya.

Pandia mengatakan, travel yang bertujuan ke Trenggalek itu diduga mengambil jalur tikus. Karena check point yang telah diposkan di sejumlah titik perbatasan Tulungagung, travel tersebut baru terjaring ketika sudah berada di perbatasan Trenggalek-Tulungagung.

"Biasanya lewat jalur tikus. Untuk menghindari pemeriksaan petugas," imbuhnya.

Lantas, kelima orang tersebut langsung diperiksa oleh tim kesehatan. Mereka diperiksa kesehatannya, mulai dari pengecekan suhu tubuh dan lainnya. Rerata, suhu tubuh mereka berkisar 36 sampai 37 derajat. Tak ada keluhan atau bahkan gejala Covid-19 seperti batuk, flu, maupun demam.

“Karena mereka ini warga Trenggalek, maka diserahkan ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GGTP) Trenggalek. Mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari,” terangnya.

Sedangkan, mobil jenis van tersebut disita Satlantas Polres Tulungagung. Karena ada beberapa pelanggaran yang dilakukan, di antaranya pengemudi tak memiliki SIM dan travel tersebut tidak memiliki izin trayek. Sehingga melanggar pasal 308 huruf b jo 173 (1) huruf b, dan pasal 281 jo pasal 77 ayat (1).

"Penyekatan akan diperketat lagi. Karena tidak menutup kemungkinan akan ada modus serupa mendekati Lebaran ini," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung Sukaji mendukung upaya polres memperketat penyekatan di perbatasan. Hal ini untuk mempercepat penanganan Covid-19. Apalagi, diprediksi ada 19 ribu PMI yang pulang ke Tulungagung karena habis kontraknya. Serta ribuan perantau yang ingin mudik menikmati Lebaran di kampung halaman.

"Jika nanti ditemukan kasus serupa dengan penumpang asal Tulungagung, akan dilakukan pengecekan kesehatan sesuai protokol Covid-19, termasuk rapid test," katanya

Jika mereka positif, akan langsung dikarantina ke rusunawa. Kalau negatif, akan berkoordinasi dengan forpimcam untuk menjemput dan memintanya menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. (lil/ed/ris)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia