alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Cerita Warga Desa Ngares Terdampak Banjir

Warga Terpaksa Berbuka Puasa Ditemani Genangan Lumpur

20 Mei 2020, 19: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERSIH-BERSIH LUMPUR: Salah seorang warga sedang membersihkan sisa-sisa lumpur akibat luapan sungai temon di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Senin (18/5) lalu. 

BERSIH-BERSIH LUMPUR: Salah seorang warga sedang membersihkan sisa-sisa lumpur akibat luapan sungai temon di Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, Senin (18/5) lalu.  (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

Sebagian warga Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek, kemarin terpaksa menikmati berbuka puasa dengan ditemani air lumpur yang menggenangi seisi lantai rumah. Kendati sedang dilanda musibah, mereka tak panik saat banjir datang karena kejadian itu hampir setiap tahun terjadi. 

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Trenggalek, Radar Trenggalek

Pukul 19.00 kemarin, luapan Sungai Temon (aliran Dam Bagong, Red) masih terasa di sepanjang jalan desa, khususnya di beberapa RT/RW Desa Ngares, Kecamatan Trenggalek. Musibah itu menyisakan bekas-bekas luapan sungai yang ganas, seperti halnya di video-video yang sempat beredar, Senin lalu (18/5). 

Seiring berjalannya waktu, luapan Sungai Temon pun berangsur surut malam itu. Bekas luapan tak melebihi mata kaki orang dewasa. Hanya saja, imbas luapan air sungai itu masih terlihat ketika tanaman ketela atau padi membungkuk dan bercampur dengan lumpur berwarna kecokelatan.

Sebagian orang menyebut, banjir yang terjadi di Desa Ngares adalah banjir lewat atau banjir bandang. Beberapa warga yang kena banjir mengaku tak merasa panik karena banjir di wilayah itu sudah sering terjadi. Selain itu, sebelum datang banjir, sudah ada imbauan untuk berhati-hati dengan banjir. Karena kala itu intensitas hujan turun begitu deras dan volume sungai terus naik. 

Warga khususnya di RT 17, 18,19, 20, dan 21 telah berupaya untuk mengantisipasi banjir. Beberapa RT itu menjadi langganan banjir karena jaraknya paling dekat dengan bibir sungai. Mereka pun mencoba beradaptasi dengan membangun struktur rumah yang lebih tinggi dari sungai. 

Siti Sarokah, warga RT 18 mengaku akrab dengan banjir karena hampir setiap kali musim hujan, pasti terjadi banjir. Dia dapat mengendalikan kepanikannya karena ada siaran dari musala yang mengimbau kalau volume air sungai kian tinggi. “Tak selang lama, air sungai itu meluap ke jalan dan masuk rumah,” ungkap Siti sembari membersihkan sisa-sia lumpur di rumahnya. 



Menurut Siti, banjir terjadi dengan cepat, membawa air yang bervolume tinggi. Dengan cepat air itu masuk ke rumah dan menggenangi setiap sudut rumahnya. Ketinggian genangan itu masih membekas di dinding yang berwarna putih. Ketika Siti mengarahkan jari telunjuknya ke batas tertinggi volume air, dia sambil membungkuk. Batas tertinggi itu tak melebihi lututnya atau sekitar 30 sentimeter (cm). 



Pengalaman banjir malam itu bagi Siti mengukir sejarah. Banjir terjadi di bulan Ramadan. Dia dan keluarganya berbuka puasa dengan genangan lumpur di bawahnya. “Bersamaan dengan suara azan Magrib, banjir itu mulai surut,” kata dia sambil tertawa. 



Senada seperti yang dikatakan Imam Sobiri, warga RT 18/RW 05. Dia mendengar ada siaran kalau pukul 11.00, wilayah Bendungan turun hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi terjadi banjir di Desa Ngares. Waktu itu, dia sepulang dari merumput untuk pakan ternak. Luapan air sungai itu dengan cepat mengarah ke rumahnya dengan ketinggian hingga 50 cm. “Pukul 16.00, air meluap cepat,” ungkapnya. 



Sementara itu, Kades Ngares Supriyanto membenarkan, Desa Ngares menjadi langganan banjir tiap musim penghujan. Menurut dia, kejadian banjir selalu diawali ketika wilayah Bendungan turun hujan dengan intensitas tinggi. Sebab, wilayah bendungan memiliki kontur tanah yang di atas Desa Ngares. Sehingga otomatis ketika volume air tinggi, maka wilayah yang berada di bawahnya berpotensi terjadi banjir. “Ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter,” kata dia. (ed/tri)



(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia