alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

NasDem Siaga Lawan Bersama Covid-19

DPD NasDem Tulungagung Bagi-Bagi Sembako

21 Mei 2020, 11: 43: 17 WIB | editor : Andrian Sunaryo

DICEK KESEHATAN: Ketua DPD NasDem Tulungagung Achmad Djadi diperiksa tekanan darah alias tensinya.

DICEK KESEHATAN: Ketua DPD NasDem Tulungagung Achmad Djadi diperiksa tekanan darah alias tensinya. (DPD NasDem Tulungagung for RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Pandemi Covid-19 yang melanda semua negara di dunia termasuk di Indonesia, salah satunya di Tulungagung, membuat banyak masyarakat terdampak. Mereka mulai kehilangan pekerjaan dan banyak yang menganggur. Tak pelak, hal itu membuat pengurus DPD NasDem Tulungagung tergerak. Partai yang diketuai Achmad Djadi ini pun melakukan aksi sosial.

Menurut Ketua DPD NasDem Tulungagung Achmad Djadi, pada 13 dan 14 Mei lalu partainya membagikan sembako dan masker kepada pengurus structural, mulai pengurus DPD dan DPC se-Kabupaten Tulungagung, liga mahasiswa (organisasi sayap NasDem), hingga masyarakat kurang mampu. “Untuk pembagian sembako dan masker kepada masyarakat kurang mampu dilakukan door to door. Tapi untuk pengurus dibagikan di kantor DPD,” ungkapnya.

Selain bagi sembako, pada 18 Mei lalu diadakan bagi takjil dan masker di jalan raya Boyolangu. “Pembagian ini dilakukan oleh Srikandi DPD NasDem Tulungagung,” ujarnya.

PEDULI SESAMA: Anggota DPD NasDem Tulungagung memberikan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19.

PEDULI SESAMA: Anggota DPD NasDem Tulungagung memberikan sembako kepada masyarakat terdampak Covid-19. (DPD NASDEM TULUNGAGUNG FOR RATU)

Pria berkacamata ini mengatakan, pembagian sembako kepada masyarakat ini bertujuan membantu meringankan mereka yang terdampak Covid-19. Selain membagi sembako ke masyarakat, pihaknya akan tetap melanjutkan program penyemprotan disinfektan dan pembagian masker. “Tapi untuk program penyemprotan dilakukan setelah Lebaran,” katanya.

Pembagian masker dan penyemprotan disinfektan ini dilakukan di masjid, kampus, dan sekolah. Mengapa program penyemprotan disinfektan tetap dilakukan, lanjut Achmad Djadi, karena sampai kini belum diketahui kapan pandemi ini berakhir. “Bahkan, saat ini Tiongkok pun mulai khawatir terhadap gelombang kedua korona. Karena itu, di sana dilakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Achmad Djadi menambahkan, melihat kondisi seperti ini, pihaknya meminta masyarakat Tulungagung untuk tetap waspda. “Meminjam kalimat dari Sultan Hamengkubuwono X, kita harus iling lan waspada (ingat dan waspada, Red),” katanya. Sesuai instruksi DPP NasDem, partainya diminta untuk terus membantu masyarakat. (*)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia