alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Ahmad Muslim, Pemuda yang Menekuni Pyrography

Sasaran Anak Sekolah, Karyanya Sering Dijadikan Kado

22 Mei 2020, 19: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KREATIF: Ahmad Muslim menunjukkan karya lukis teknik bakar atau pyrography.

KREATIF: Ahmad Muslim menunjukkan karya lukis teknik bakar atau pyrography. (AHMAD MUSLIM FOR RATU)

Biasanya orang melukis dengan kuas, kanvas, dan cat sebagai pewarna. Namun, tak ada salahnya mengeksplor seni dengan media yang ada di sekitar. Seperti yang dilakukan Ahmad Muslim. Berbekal alat solder, pria 21 tahun asal Dusun Jigang, Desa Pakisaji, Kecamatan Kalidawir, ini mampu membuat lukisan dengan teknik bakar yang bernilai seni tinggi di media kayu. Bahkan, karyanya sering dilirik untuk dijadikan sebuah kado.

SITI NURUL LAILIL MA'RIFAH, Kalidawir, Radar Tulungagung

Tangannya tampak cekatan ketika menggoreskan solder ke kayu. Dengan cepat dan tepat membentuk sebuah bekas berpola sesuai keinginan. Tampak tak ada kesulitan yang berarti. Namun, pria yang biasa disapa Muslim ini berusaha fokus agar kayu yang dibakar tidak meleset dari mal yang sebelumnya sudah dibuat.

Sembari mengerjakan, Muslim menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, ketika berada di pesantren, Muslim sering melihat posting-an pyrography di media sosial (medsos). Dia pun tertarik mempelajarinya. Sebab, hasil dari lukis bakar ini lebih unik dan bernilai seni tinggi.

"Tertariknya itu berawal dari melihat posting-an di Instagram. Kok bagus, unik, akhirnya memutuskan mempelajarinya," katanya.

Dengan memakai alat solder dari pinjaman bengkel, dia pun memberanikan belajar pyrography tersebut. Muslim mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat itu. Meski masih belajar dan belajar secara otodidak, karya pertamanya mendapat tanggapan positif dari teman satu pesantrennya.

"Setelah jadi, malah teman-teman itu banyak yang pesan dan terus meluas hingga sekarang," terangnya.

Biasanya, orang memesan pyrography untuk kado ulang tahun, anniversary, hingga ucapan wisuda. Namun di tengah pandemi ini, pesanan sepi karena banyak event ditiadakan. Seperti wisuda sekolah atau kampus. Meski demikian, Muslim mengaku tetap berupaya memaksimalkan pemasaran melalui medsos agar dapat pemasukan.

"Pemasaran medsos. Tapi ada yang dari mulut ke mulut. Untuk pemesanannya, masih di Jawa seperti Tulungagung, Sidoarjo, atau Malang gitu," tegasnya.

Muslim mengaku tidak mematok harga yang mahal. Karena rerata pemesan masih berusia anak sekolah. Pyrography-nya dijual mulai harga Rp 85 ribu hingga Rp 200 ribu ke atas. Tergantung bahan kayu dan kerumitan desain gambar. Tapi rerata, desain gambar berupa sketsa wajah.

"Semua kayu bisa. Biasanya pakai kayu limbah. Tapi ada yang minta kayu pinus bentuk talenan," kata pemilik mocem.id ini.

Sebenarnya, kata Muslim, siapa pun bisa membuat karya lukis bakar seperti dia. Tapi, memang harus memiliki ketelatenan dan kesabaran. Mengingat, menggoresnya tak boleh asal. Agar bekas bakar dari solder itu bisa membentuk gambar seperti yang diinginkan.

"Siapa pun bias asal ada kemauan tinggi untuk belajar," tandanya. (ed/ris)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia