alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Selipkan Doa Keselamatan Terhindar dari Covid-19

Perayaan Kenaikan Isa Almasih Secara Online

22 Mei 2020, 10: 07: 26 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KHIDMAT:  Romo Yitno sedang memimpin jalannya misa perayaan kenaikan Isa Almasih secara online.

KHIDMAT:  Romo Yitno sedang memimpin jalannya misa perayaan kenaikan Isa Almasih secara online. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/Ratu)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung - Perayaan kenaikan Isa Almasih diperingati secara online dan sederhana oleh umat Katolik Tulungagung. Hal itu untuk mencegah penyebaran coronavirus disease (Covid-19). Meksi demikian, bukan berarti menghilangkan makna dari perayaan kenaikan Isa Almasih.

Pagi kemarin, tampak beberapa orang sedang mempersiapkan jalannya perayaan kenaikan Isa Almasih di SMA Katolik St Agustinus Tulungagung. Tepat pukul 07.00, perayaan kenaikan Isa Almasih dimulai. Berbeda dengan tahun kemarin, perayaan kenaikan Isa Almasih hanya dilakukan oleh sebagian umat Katolik Jemaat Gereja Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung, serta perayaan tersebut disiarkan langsung secara online.

Perayaan ini dipimpin oleh Romo Gereja Santa Maria Dengan Tidak Bernoda Asal Tulungagung, Romo Siprianus Yitno. Romo mengatakan, hari ini merupakan hari besar bagi umat Katolik. Karena saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19 dan demi kebaikan banyak orang, maka perayaan kenaikan Isa Almasih dilakukan secara online. “Mulai Maret lalu (21/3), kami sudah melakukan misa secara online hingga perayaan hari besar kali ini. Hal ini merupakan anjuran dari pemerintah dan uskup. Saya hanya melaksanakan saja,” tuturnya.

Meski perayaan dilakukan secara online, mereka percaya Tuhan itu hadir dalam keluarga. Pria berkacamata itu menjelaskan, dalam setiap ibadah yang dilakukan, umat Katolik menyelipkan doa untuk memohon perlindungan dari wabah Covid-19 pada setiap akhir melakukan ibadah. “Setiap akhir ibadah kami selalu berdoa, semoga kita semua dihindarkan dari wabah Covid-19,” jelasnya sembari tersenyum.

Romo Yitno, sapaan akrabnya mengungkapkan, inti dari perayaan ini, pertama, mengajak umat untuk menuju kehidupan yang mulia dengan meneladani Tuhan Yesus. Kedua, menata kehidupan agar hidup lebih tertata. Ketiga, dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, harus meneladani Tuhan Yesus. “Pada misa tadi saya berpesan kepada umat, bagimana dalam pandemi Covid-19 ini kita bisa meneladani Tuhan Yesus untuk dapat berbuat baik,” ungkapnya.

Saat disinggung mengenai perbedaan apa yang dirasakan pada perayaan kenaikan Isa Almasih tahun ini, Romo Yitno mengatakan, perayaan kenaikan Isa Almasih tidak selama perayaan pada tahun-tahun sebelumnya. Jika perayaan bisa memakan sekitar dua jam, tapi karena ada wabah Covid-19, perayaan maksimal hanya satu jam. Selain itu, ada beberapa ritus yang diperpendek. Misalnya renungan, nyanyian, serta doa-doa. “Meski hanya sebentar, perayaan ini tidak akan menghilangkan maknanya,” pungkas Romo Yitno. (ham/ed/ris)

(rt/rak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia