alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

11 Toko Jadi Sasaran Operasi

Antisipasi Penularan Covid-19

22 Mei 2020, 15: 30: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

ANTISIPASI COVID-19: Petugas mendatangi pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi pembeli jelang Lebaran 1441 H. 

ANTISIPASI COVID-19: Petugas mendatangi pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi pembeli jelang Lebaran 1441 H.  (KASATPOL PP FOR RADAR TRENGGALEK)

KOTA, Radar Trenggalek - Sejumlah toko pakaian menjadi titik sasaran operasi jelang Lebaran 1441 Hijriah (H). Pasalnya, toko-toko tersebut mengindikasikan terjadi kerumunan sehingga dinilai berpotensi menjadi titik penularan Covid-19. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kebakaran Stevanus Triadi Atmono mengungkapkan, kebiasaan membeli pakaian dan barang-barang masih marak di tengah pandemi Covid-19. Fenomena itu masih terlihat, terutama di pusat-pusat perbelanjaan, kendati tak seramai tahun-tahun sebelumnya.


Kendati begitu, dia tak memungkiri jika orang-orang yang berbelanja itu meneruskan budaya jelang Lebaran. Sehingga, kata dia, operasi itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya penularan di pusat perbelanjaan. “Mulai pekan ini, operasi itu terus dilakukan,” ungkapnya. 

Operasi itu menyasar toko baju, swalayan, dan pasar karena terindikasi ada keramaian pengunjung. Hasilnya, ada beberapa pengunjung yang masih lalai untuk mengenakan masker sebagai perlindungan diri akan Covid-19. “Total sedikitnya sudah ada 11 toko yang menjadi sasaran operasi, yakni 5 toko di Kecamatan Trenggalek, 2 toko di Pogalan, dan 4 toko di Gandusari,” cetus dia. 

Dia mengaku, para pengunjung yang kedapatan tidak mengenakan masker telah diimbau agar mengenakan masker. Selain itu, imbauan sesuai protokol kesehatan juga sudah dilakukan. Seperti penerapan prosedur jaga jarak atau physical distancing. “Melihat ini, Tim Gugus Depan Covid-19 menindak dengan cara menegur dan memberi masker untuk dipakai. Kami juga menyosialisasikan masalah yang ternyata belum sepenuhnya dipatuhi di masa pandemi ini,” jelas Triadi, sapaan akrab Stevanus Triadi Atmono.

Sedangkan untuk pusat perbelanjaan, lanjut dia, mayoritas telah menerapkan sejumlah protokol kesehatan, seperti menyediakan tempat cuci tangan maupun pengukur suhu. 

Disinggung terkait pemantauan lebih lanjut, ungkap Triadi, pemantauan pusat perbelanjaan ini mulai berjalan sejak awal pekan ini. Rencananya, operasi itu akan berlangsung hingga H-1 Lebaran. 

Pemantauan itu terus dilakukan karena potensi kerumunan masih terjadi di pusat perbelanjaan. “Intinya, pengunjung, pembeli, dan pelayan wajib pakai masker. Wajib cuci tangan, jaga jarak, dan tidak berlama-lama di swalayan untuk menghindari kerumunan,” tutupnya. (tra/ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia