alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Terima Remisi, Enam Napi di Tulungagung Langsung Bebas

Lebaran,Ratusan Napi Dikurangi Masa Pidana

23 Mei 2020, 17: 24: 02 WIB | editor : Andrian Sunaryo

JAGA: Beberapa petugas sedang menjaga di pintu Lapas Kelas IIB Tulungagung.

JAGA: Beberapa petugas sedang menjaga di pintu Lapas Kelas IIB Tulungagung. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWA/Ratu)

KEDUNGWARU, Radar Tulungagung – Menjelang hari raya Idul Fitri 1441 H, sebanyak 210 narapidana (napi) Lapas Kelas IIB Tulungagung mendapatkan remisi khusus. Tahun tidak ada napi kasus korupsi yang mendapatkan remisi. Karena beberapa syarat tidak terpenuhi.

Kasi Bimbingan Narapidana/Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Dedi Nugroho mengatakan, tahun ini remisi hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah yang diusulkan sejumlah 232 orang yang mendapatkan remisi berdasarkan surat keputusan (SK) yang turun adalah 210 orang. Sedangkan 23 napi sisanya masih menunggu turunnya SK. “Jadi sisanya masih harus menunggu SK turun karena ada beberapa perbaikan data yang harus dikirimkan kembali,” tuturnya.

Untuk perolehan remisis Dedi menjelaskan, perolehan remisi 15 hari ada 50 napi pria dan tiga napi wanita. Sedangkan, perolehan remisi 1 bulan untuk napi pidana umum tercatat ada 199 napi pria dan dua napi wanita dan perolehan remisi napi pidana khusus ada 22 pria dan satu wanita. Kemudian, perolehan remisi satu bulan 15 hari, ada 10 napi pidana umum dan satu napi pidana khusus. Dan untuk perolehan remisi 2 bulan, ada dua napi pidana umum dan satu napi pidana khusus. “Jadi untuk pidana umum ada 186 napi dan pidana khusus ada 24 orang. Dan enam di antaranya bebas langsung,” jelasnya.

Pria dua anak itu menuturkan, dari 232 napi yang mendapatkan remisi, 77 napi di antaranya sedang menjalani program asimilasi. Selain itu, tahun ini tidak ada napi korupsi yang mendapatkan remisi khusus hari raya Idul Fitri 1441 Hijriyah. Hal itu disebabkan ada beberapa persyaratan yang tidak memenuhi untuk mendapatkan remisi hari raya. Seperti, belum membayar denda dan uang pengganti. “Karena di Tulungagung napi korupsi belum ada yang memenuhi syarat,” ujra pria ramah itu.

Selain itu Dedi mengungkapkan, kunjungan napi di Lapas Kelas IIB Tulungagung untuk hari raya masih  menggunakan sistem online. Hal itu dikarenakan mencegah penyebaran Covid-19 di dalam Lapas Kelas IIB Tulungagung. Pihaknya menyiapkan delapan handphone untuk komunikasi napi dengan keluarganya di rumah. “Selama lebaran napi bisa menghubungi keluarganya dirumah,” katanya. (ham/and)

(rt/dre/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia