alexametrics
Senin, 01 Jun 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Aduh, Kok Terus Tambah

Jumlah Pasien Covid-19 di Tulungagung

23 Mei 2020, 20: 39: 33 WIB | editor : Andrian Sunaryo

TETAP JAGA JARAK : Galih Nusantoro, wakil jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Tulungagung memberikan konferensi pers.

TETAP JAGA JARAK : Galih Nusantoro, wakil jubir gugus tugas percepatan penanganan covid-19 kabupaten Tulungagung memberikan konferensi pers. (HUMAS PEMKAB FOR RATU)

KOTA, Radar Tulungagung – Aduh, jumlah pasien terkonfirmasi positif terinfeksi SARS-COV-2 di kota marmer terus meningkat. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) covid-19 Kabupaten Tulungagung, kembali mengkonfirmasi tiga pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19.  Ini menambah daftar panjang pasien Covid-19, per 23 Mei jumlah kasus covid-19 mencapai 52 kasus.

Wakil Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) covid-19 Kabupaten Tulungagung Galih Nusantoro, dalam video konferensi pers mengatakan tiga pasien ini berasal dari Kecamatan Sumbergempol dan Boyolangu. “Hari ini kami kembali menerima laporan ada tambahan tiga pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Jadi total hingga hari ini sebanyak 52 kasus,”jelasnya.

Galih merinci,  pasien berinisial MES merupakan warga Desa Jabalsari, Kecamatan Sumbergempol. Pasien berusia 47 tahun ini merupakan satu dari belasan warga Jabalsari yang hasil rapid diagnostic test (RDT) menunjukkan reaktif beberapa waktu lalu. Sehingga petugas melakukan pengambilan swab hidung dan tenggorokan untuk dilakukan pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). “Hasilnya baru keluar hari ini dan yang bersangkutan dinyatakan positif Covid-19. Pasien ini terkonfirmasi tertular dari Klaster 3 atau Klaster tenaga medis,”terangnya.

ilustrasi

ilustrasi

Sementara kasus selanjutnya, yakni pasien berinisial RAG (23 tahun) dan RAH (15 tahun) berasal dari Kecamatan Boyolangu. Kedua pasien ini merupakan satu keluarga dan berstatus orang dalam pengawasan (ODP).

Sebelumnya, kedua pasien ini merupakan pasien dari rumah sakit Baptis Kediri. Saat itu, sekitar 13 Maret lalu yang bersangkutan mengeluh demam. Diduga mengalami trombositopenia, atau kekurangan jumlah trombosit dalam darah. “Petugas juga mengambil swab dan hasilnya keluar hari ini dan positif,”imbuhnya.

Disinggung mengenai klaster, Galih mengatakan petugas akan melakukan penelusuran dan tracing kepada pasien-pasien ini. Utamanya kepada pasien asal Boyolangu yang masih belum diketahui asal penularan. “Kami masih akan melakukan tracing untuk mengetahui asal penularan ini darimana,”ujarnya.

Dengan bertambahnya jumlah kasus pasien terkonfirmasi menambah daftar panjang kasus covid-19 di Tulungagung. Sekadar informasi, hingga 23 Mei 2020 jumlah ODP di Tulungagung mencapai 1183. Sementara jumlah PDP mencapai 542 orang. Dengan rincian, PDP sembuh sebanyak 324, dan PDP meninggal sebanyak 160. Sementara kasus terkonfirmasi positif sebanyak 52 kasus, dengan kasus sembuh 14 dan meninggal 1 kasus. (*)

(rt/nda/dre/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia