alexametrics
Sabtu, 04 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Tunggu Grafik Kasus Covid-19 Landai

Jika Tulungagung Ingin Menerapkan New Normal

29 Mei 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

LENGANG: Situasi Aloon-aloon Tulungagung dalam masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai.

LENGANG: Situasi Aloon-aloon Tulungagung dalam masa pandemi Covid-19 yang tak kunjung selesai. (MUHAMMAD HAMMAM DEFA SETIAWAN/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung –Pemkab Tulungagung tampaknya tak gegabah untuk segera menerapkan kebijakan kehidupan normal baru (new normal) di kota ini. Setidaknya perlu menunggu sampai grafik kasus Covid-19 di Tulungagung landai. Pasalnya, hingga kemarin masih ditemukan kasus positif Covid-19. Bahkan, kini terdata ada 57 kasus dengan kesembuhan … dan satu meninggal.

 Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Tulungagung Galih Nusantoro mengatakan, pasti Tulungagung akan mengarah ke new normal. Tapi ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menerapkan kebijakan tersebut.

 Pria ramah itu menjelaskan, hal yang harus diperhatikan sebelum menerapkan kebijakan new normal di Tulungagung adalah grafik perkembangan kasus Covid-19. Pihaknya akan menunggu selama 14 hari setelah Lebaran, apakah perkembangan kasus positif Covid-19 di Tulungagung semakin meningkat atau tidak. Dan yang terpenting adalah memastikan tidak ada transmisi lokal serta klaster baru di Tulungagung. “Grafik ini akan menjadi acuan mendasar apakah Tulungagung bisa menerapkan kebijakan new normal atau tidak,” tuturnya.

Galih memperkirakan, grafik kasus positif Covid-19 akan landai setelah Lebaran sekitar 10 sampai 14 hari. Jika 14 hari ke depan sudah tidak ada lagi transmisi lokal, bisa jadi Tulungagung akan segera memasuki new normal atau sekitar Juni pertengahan. Untuk saat ini, kata dia, Tulungagung masih dalam tahap evalusi. “Kami tidak bisa gegabah dalam menerapkan kebijakan new normal. Jangan sampai kebijakan tersebut malah berdampak buruk jika Tulungagung belum siap,” kata pria yang juga menjadi Wakil Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Tulungagung ini.

 Selain grafik pertumbuhan kasus Covid-19, hal yang perlu disiapkan untuk menuju new normal adalah ketahanan ekonomi. Pasalnya, menjadi salah satu acuan apakah Tulungagung sudah siap menerapkan new normal atau belum. Selain itu, juga harus mempersiapkan fasilitas kesehatan jika nantinya Tulungagung ada ledakan kasus Covid-19. “Dalam kondisi saat ini harus bisa melihat bagaimana daya beli masyarakat dan pelaku ekonomi jika nantinya menerapkan new normal,” ungkap pria berkacamata itu.

Galih menambahkan, sebenarnya kebijakan Pemkab Tulungagung dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sudah merupakan bentuk dari pra-new normal. Seperti kebijakan jam malam dan pembatasan aktivitas di luar rumah. Namun, juga tidak menutup tempat-tempat yang menyediakan kebutuhan pokok seperti pasar, warung, dan lain-lain. “Masyarakat sebenarnya sudah melakukan pra-new normal dengan membiasakan hidup sehat dan keluar rumah hanya untuk skala prioritas saja,” pungkasnya. (ham/ed/ris)

(rt/rak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia