alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Putusan Ibadah Haji Mundur 1 Juni

29 Mei 2020, 15: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Tulungagung - Satu bulan jelang jadwal keberangkatan, calon jamaah haji (CJH) di Kota Marmer sepertinya harus tetap bersabar menanti keputusan pemberangkatan ibadah haji tahun ini. Sebab, hingga kini Pemerintah Arab Saudi belum memberikan sinyal apa pun terkait pelaksanaan ibadah haji. Bahkan, Kementerian Agama (Kemenag) RI memutuskan untuk memundurkan keputusan penyelenggaraan pemberangkatan CJH hingga 1 Juni mendatang. Sebelumnya, pemerintah akan membuat keputusan mengenai penyelenggaraan ibadah haji pada 20 Mei lalu.

 Dikonfirmasi mengenai hal ini, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji Umrah (PHU) Kantor Kemenag Tulungagung Imam Saerozi membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, dari informasi yang dia terima, 1 Juni mendatang pemerintah akan mulai menentukan sikap. “Memang ada kemunduran mengenai keputusan itu. Nanti awal Juni akan mengambil sikap. Karena sesuai jadwal, jamaah akan mulai berangkat pada 26 Juni mendatang,” jelasnya.

Saerozi mengatakan, adanya wabah coronavirus disease (Covid-19) ini membuat proses persiapan pelaksanaan haji sedikit terganggu. Meski demikian, pihak Kemenag kota/kabupaten memilih untuk tetap mempersiapkan dokumen CJH. Adapun beberapa dokumen yang harus dipersiapkan, antara lain paspor CJH dan lembar pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BiPIH). “Sejauh ini persiapan paspor sudah mencapai 95 persen tuntas. Ini kami lakukan sembari menunggu keputusan apakah ibadah haji akan diselengarakan atau tidak,” terangnya.

Pria berkulit putih ini tak menampik, belum adanya keputusan pelaksanaan haji membuat ratusan jamaah memilih menunda pelunasan. Terlihat dari data CJH yang melakukan pelunasan BiPIH. Dari data yang berhasil dihimpun Koran ini, pada masa pelunasan BiPIH tahap I, dari 1.006 CJH yang berhak lunas, sebanyak 134 CJH memilih melakukan penundaan. Artinya, hanya sekitar 87 persen jamaah yang melakukan pelunasan.

Sementara pada masa pelunasan BiPIH tahap II, dari 191 CJH yang berhak lunas, sebanyak 65 CJH memilih melakukan penundaan. Terdiri dari penggabungan suami-istri, lansia, dan cadangan. “Masa pelunasan BiPIH tahap II diperpanjang sampai besok (hari ini, Red). Jadi masih ada kemungkinan jamaah akan melakukan pelunasan esok hari,” imbuhnya.

Meskipun belum ada keputusan resmi mengenai pelaksanaan ibadah haji, pemerintah telah menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan haji. Skenario pertama, pelaksanaan ibadah haji akan berlangsung seperti biasa. Skenario ini hanya dapat terlaksana jika pandemi virus korona telah usai. Sementara untuk skenario kedua, pelaksanaan ibadah haji dengan penerapan physical distancing. Artinya, kuota yang dapat melaksanakan ibadah haji pun menjadi lebih terbatas. Dan skenario ketiga, pembatalan ibadah haji 2020, Indonesia tidak mengirim jamaah haji 2020.

 Sekadar informasi, untuk pelaksanaan haji tahun ini, Kabupaten Tulungagung mendapat jatah sebanyak 1.081 kursi. Jumlah ini menurun jika dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.300 kursi. Jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan sebelum adanya pandemi Covid-19, diperkirakan 1.081 CJH asal Tulungagung akan terbang ke Tanah Suci pada 26 Juni mendatang. (nda/ed/ris)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia