alexametrics
Senin, 13 Jul 2020
radartulungagung
Home > Features
icon featured
Features
Penjual Ikan Asap Selama 2,5 Bulan Tutup

Tutupi Kebutuhan Keluarga dengan Beralih Profesi Bertani dan Berkebun

29 Mei 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

KEMBALI JUALAN IKAN ASAP: Beberapa penjual ikan asap yang membuka lapak lagi sejak H+3 Lebaran di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul. 

KEMBALI JUALAN IKAN ASAP: Beberapa penjual ikan asap yang membuka lapak lagi sejak H+3 Lebaran di Pantai Konang, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul.  (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

Selama 2,5 bulan, sebagian pedagang ikan asap di Pantai Konang terpaksa tak berjualan. Akibatnya, omzet pun otomatis turun. Hebatnya, di tengah pandemi Covid-19 ini, mereka tak hanya menggantungkan perekonomian dari menjual ikan asap sebagai mata pencarian satu-satunya. Masih ada mata pencarian lain, seperti bertani maupun berkebun.

HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA, Panggul, Radar Trenggalek

FENOMENA lonjakan wisatawan di pesisir Pantai Konang sepertinya tak terjadi pada Lebaran tahun ini. Puluhan angkringan di depan kios-kios banyak yang sepi, tapi bukan berarti kosong melompong. Masih ada beberapa keluarga maupun anak muda yang nongkrong di kawasan tersebut.

Khususnya di kawasan perniagaan ikan asap Pantai Konang, terdengar gemuruh ombak menderu cukup keras. Sesekali ombak itu naik ke daratan hingga menggenangi kios-kios kemarin (28/5). Raut wajah warga pun tak ada yang menunjukkan ketakutan. Bahkan ada yang mendekati ombak tersebut layaknya tontonan. 

Diketahui sejak Selasa lalu (24/5), di wilayah pesisir selatan Bumi Menak Sopal ada fenomena banjir rob. Banjir itu meluber hingga menggenangi puluhan kios yang berada di Pantai Konang. Kendati begitu, banjir rob tak mengendurkan semangat beberapa penjual ikan asap untuk buka lapak. “Baru tiga hari buka lagi, setelah 2,5 bulan tutup,” cetus Makaren, salah seorang penjual ikan asap. 

Dia tak menyangkal, selama kemunculan pandemi Covid-19 sejak Maret lalu, virus itu sempat membuat para pedagang menghentikan aktivitas jualan ikan asap. Intensitas wisatawan Pantai Konang pun ikut menurun. “Sejak ada perintah untuk tutup, kami juga tutup,” ungkap wanita ramah itu. 

Makaren mengaku, selama tutup, omzetnya pun turun drastis. Semula (sebelum ada pandemi Covid-19, Red) dia bisa meraup omzet minimal Rp 2 juta per hari. Penghasilan itu tak terbatas waktu libur maupun hari-hari biasa. Untuk itu, selama tidak jual ikan asap, dia beraktivitas dengan bertani dan berkebun. Hasil dari kedua pekerjaan lainnya itu pun bisa menutup kebutuhan ekonomi keluarga. “Tanam padi, kalau nggak gitu memanen buah kelapa tiap sebulan sekali,” ungkapnya.

Sulis, penjual ikan asap lainnya mengaku, pihaknya juga bertani selama 2,5 bulan. Bersyukur, para penjual ikan asap mulai buka pada H+3 Lebaran. Adapun hal yang menarik hati Sulis untuk kembali berjualan, yakni karena penghasilan harian. Tidak seperti bertani yang menunggu musim panen. “Penghasilannya harian. Jadi bisa disisihkan untuk ditabung,” kata dia. (ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia