alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Luberan Banjir Rob Rusak Angkringan Warga

Terjadi di Pantai Konang

29 Mei 2020, 09: 08: 15 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BERSANTAI: Beberapa warga tak panik di tengah banjir rob di Pantai Konang kemarin (26/5).

BERSANTAI: Beberapa warga tak panik di tengah banjir rob di Pantai Konang kemarin (26/5). (HENNY SURYA AKBAR PURNA PUTRA/RADAR TRENGGALEK)

PANGGUL, Radar Trenggalek - Sejumlah angkringan di pesisir Pantai Konang, Dusun Sukorejo, Desa Nglebeng, Kecamatan Panggul, rusak akibat musibah banjir rob atau banjir air laut. Para pedagang pun terpaksa menunggu banjir mereda untuk memperbaiki sejumlah angkringan yang rusak.

Pedagang ikan asap, Makaren mengaku mengenal banjir rob dengan istilah banjir grasak (istilah lokal, Red). Banjir itu biasa datang tiap Mei maupun November. Namun, banjir rob besar terjadi tiap empat tahun sekali. Pada tahun ini, sambung dia, banjir terjadi sejak Selasa lalu (24/5) yang diprediksikan hingga pekan depan.

Menurut wanita berjilbab itu, banjir rob tahun ini lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, banjir itu meluber hingga 50 meter lebih dari bibir pantai. Sehingga luberan itu menggenang di beberapa kawasan perniagaan ikan. Hempasan banjir itu pun mengakibatkan sejumlah angkringan rusak. "Baru kali pertama ini banjir sampai masuk kios," cetusnya.

Sementara, singgung Makaren, ada 50 lebih pedagang yang berjualan di kawasan perniagaan ikan Pantai Konang. Dari jumlah itu, kurang dari 10 angkringan yang rusak akibat dihempas banjir rob. Menurut dia, material angkringan berbahan dasar bambu dan asbes. "Kios saya juga ada yang rusak dihempas banjir itu," ungkapnya.

Di sisi lain, Makaren menyinggung banjir rob pada tahun ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun lalu. Dulu banjir tidak sampai naik ke daratan atau bahkan sampai memasuki kios warga. Sehingga saat banjir rob pertama datang, dia mengaku sempat terkejut. "Baru di tahun ini, sebelumnya tidak pernah setinggi ini," ujarnya.

Meski begitu, lanjut dia, banjir itu tak membuat para pedagang merasa takut. Mereka telah mendapat informasi lebih awal terkait gelombang tinggi di pesisir selatan Bumi Menak Sopal. Informasi itu didapat dari rilis BMKG maupun Kadus Sukorejo. Untuk itu, para penjual sudah siap-siap saat terjadi banjir rob. "Selama masih ramai orang yang berjualan, dirinya tetap berjualan ikan asap," kata dia.

Kapolsek Panggul Iptu Budhi Hartojo membenarkan, banjir rob telah terjadi di beberapa pesisir pantai di Kecamatan Panggul, seperti di Pantai Konang, Jokerto, dan Pelang. Namun, luberan banjir rob terjadi cukup besar khususnya di Pantai Konang dan Jokerto karena air laut sampai memasuki kios. "Sejak tiga hari lalu, tapi tak menyebabkan kerugian materi maupun tidak ada korban nyawa," kata dia.

Menurut pria ramah itu, banjir itu terjadi sekitar pukul 10.00-12.00. Dia pun mengaku telah mengimbau agar warga waspada banjir rob dengan menjauhi bibir pantai. "Sudah kami imbau, tapi kadang masih ada yang malah penasaran dengan banjir rob," tegasnya. (tra/ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia