alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

Perusahaan Butuh Sertifikasi untuk Beroperasi

Satu Tahapan Menuju New Normal

30 Mei 2020, 19: 00: 59 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Perusahaan Butuh Sertifikasi untuk Beroperasi

KOTA, Radar Tulungagung - Puluhan perusahaan di Tulungagung mengeluhkan dampak adanya coronavirus disease (Covid-19). Mulai dari turunnya daya beli masyarakat karena pembatasan aktivitas di luar rumah. Hingga adanya temuan kasus positif Covid-19 di salah satu perusahaan, membuat karyawan mendapatkan stigma dari masyarakat. Maka dari itu, puluhan perusahaan di kota ini meminta dan butuh perlindungan dari Pemkab Tulungagung, dalam bentuk surat keterangan (SK) bahwa perusahaan tersebut sudah menjalankan protokol kesehatan.

 Manajer Produksi Pabrik Rokok (PR) Trubus Alami Sodik Purnomo mengatakan kepada bupati Tulungagung dalam pertemuan beberapa waktu lalu, dia meminta dibuatkan SK atau sertifikasi untuk perusahaan di Tulungagung. Sertifikasi tersebut bisa diberikan kepada perusahaan yang sudah benar-benar menjalankan protokol kesehatan dalam pencegahan Covid-19. “Sertifikasi itu menjadi sebuah jaminan, perusahaan tersebut sudah layak dan aman dari Covid-19,” tuturnya.

Pria ramah itu menjelaskan, selain sebagai jaminan bahwa perusahaan sudah menjalankan protokol kesehatan, sertifikasi itu juga bermanfaat bagi karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut. Karena hampir semua karyawan mendapatkan stigma dari berbagai kalangan. “Terutama untuk karyawan di perusahaan kami, hampir semua merasakan pengucilan dari masyarakat. Ini yang membuat karyawan merasa tertekan saat bekerja,” ujarnya.

Sodik berharap agar Pemkab Tulungagung dapat segera merealisasikan sertifikasi tersebut karena bisa membuat nyaman masyarakat, karyawan, dan perusahaan. “Kan kasihan jika tidak ada jaminan bagi karyawan. Perusahaan bisa dipantau oleh Gugus Tugas Percepatan Penaganan (GTTP) Covid-19 Tulungagung,” paparnya.

 Sementara itu, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan, keluhan dari perusahaan yang ada di Tulungagung akan segera ditindaklanjuti. Intinya, para pengusaha mengeluhkan ada beberapa karyawannya yang tidak bisa bekerja karena mendapatkan stigma adanya temuan Covid-19 di perusahaannya. “Nanti akan kami keluarkan SK yang menerangkan bahwa karyawan tersebut sehat dan dapat bekerja lagi,” tuturnya.

 Selain itu, pihak perusahaan juga mengeluhkan banyak masyarakat yang tidak mau membeli produknya karena takut risiko tertular Covid-19. Hal itu membuat daya beli menurun. Maka dari itu, Maryoto juga akan mengeluarkan SK atau sertifikasi bagi perusahaan tersebut yang menjelaskan bahwa perusahaan itu sudah menjalankan protokol kesehatan, yang akan dikeluarkan oleh GTPP Covid-19 Tulungagung.

“SK atau sertifikasi tersebut akan kami berikan kepada perusahaan yang benar-benar menjalankan protokol kesehatan,” jelasnya.

Pria berkacamata itu menambahkan, dengan adanya SK atau sertifikasi tersebut, karyawan yang bekerja di perusahaan itu tetap bisa bekerja. Perusahaan bisa melakukan produksi seperti sediakala dengan menjalankan protokol kesehatan dan masyarakat tidak usah mengkhawatirkannya. “Perusahaan kan juga memiliki tanggung jawab kepada karyawanya. Jadi hal ini akan menjadi simbiosis mutualisme,” kata Maryoto.

 Pihaknya juga akan mebuat aturan yang harus dijalankan oleh setiap perusahaan. Hal ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Seperti swalayan yang menyediakan bahan pokok, pengunjung harus cuci tangan, dan wajib menggunakan masker, menerapkan physical distancing. “Jadi boleh beroperasi, tapi harus menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya.

 Maryoto mengungkapkan, ini merupakan suatu kebijakan yang akan mengarah kepada tahapan kehidupan baru, yang dikatakan sebagai new normal. Bagaimana kehidupan tetap berjalan dengan aman meski di tengah pandemi Covid-19. “Nanti Tulungagung juga akan mengarah pada new normal,” pungkasnya. (ham/ed/ris)

(rt/rak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia