alexametrics
Rabu, 08 Jul 2020
radartulungagung
Home > Trenggalek
icon featured
Trenggalek

Sejumlah OPD Miliki Nakhoda Baru

38 Pejabat Siap Emban Amanah

30 Mei 2020, 07: 03: 42 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA, Radar Trenggalek - Setelah gagal lelang karena dinilai tidak ada pejabat yang mempuni, awal tahun ini akhirnya Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Trenggalek berhasil memiliki nakhoda baru. Buktinya, kemarin (29/5) Bupati Moch. Nur Arifin melantik Totok Rudijanto sebagai kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yang berada di area Jalan R.A Kartini tersebut.

Pada proses pelantikan itu, tidak ada yang berubah dari hasil seleksi jabatan tinggi pratama (JTP) yang hasilnya telah diumumkan pada awal tahun ini. Selain itu, dengan adanya pelantikan tersebut, juga tidak ada yang berubah dalam struktur organisasi di disdikpora, mengingat sebelum dilantik yang bersangkutan juga menjabat sebagai Plt kepala. "Semua tidak ada yang berubah, tapi baru bisa saya lakukan sekarang karena terlebih dahulu harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," ungkap Bupati Moch. Nur Arifin.

Dia melanjutkan, kebijakan itu sengaja dilakukan mengingat tugas berat menanti dalam menerapkan proses pendidikan di era new normal. Sehingga diharapkan, dengan penetapan tersebut kepala OPD punya kebijakan dalam melakukan pengelolaan agar tetap fokus. Seperti memisahkan bidang-bidang yang melaksanakan fungsi konstruksi pembangunan dengan bidang yang menangani pendidikan usia dini, dasar, dan menengah. Dari situ diharapkan bisa fokus dalam peningkatan sumber daya manusia (SDM), kurikulum siswa dan fokus kepada upaya-upaya mencerdaskan bangsa. "Dari situ, saya berharap sekaligus sekolah bisa menjadi ruang yang inklusif bagi mereka yang rentan dan ramah anak," katanya.

Selain melantik kepala disdikpora, di kesempatan yang sama bupati juga melantik kepala dinas kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil), juga 36 jabatan lainnya. Jabatan tersebut meliputi 13 pengawas, 17 kepala SD, tiga kepala SMP, dan tiga penilik. Kendati demikian, tidak semua pejabat yang dilantik tersebut hadir. Sebab, pada masa pandemi korona seperti saat pelantikan dilakukan secara virtual, hanya beberapa pejabat yang mewakili.

Diharapkan seluruh pejabat yang dilantik tersebut melaksanakan tugasnya seperti ketika wawancara kontrak kerja yang telah dilakukan. "Jabatan bukanlah kedudukan pangkat derajat seseorang, melainkan amalan, amanah, dan ladang ibadah. Sehingga saya berharap agar semua bisa mengemban tugasnya dengan baik demi melayani masyarakat," jelas Ipin. (jaz/ed/tri)

(rt/zak/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia