alexametrics
Senin, 13 Jul 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Satu DPO Kasus Pembakaran Serahkan Diri 

WN Sempat Sembunyi di Kebun Dekat Rumahnya

30 Mei 2020, 07: 07: 28 WIB | editor : Alwik Ruslianto

Infografis

Infografis

KOTA, Radar Trenggalek - Satu pelaku (inisial WN, Red) kasus penganiayaan dan pembakaran terhadap pemuda di Dusun Pojok, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, yang sebelumnya sempat masuk daftar pencarian orang (DPO) akhirnya menyerahkan diri. Kini korps buru sergap Polres Trenggalek masih memiliki satu pekerjaan lagi terkait DPO berinisial BM yang masih dalam pengejaran. 

Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Bima Sakti membenarkan, DPO yang berinisial WN menyerahkan diri pada Kamis lalu (28/5). Itu setelah petugas berupaya menangkap WN di rumahnya di Kecamatan Pogalan. “Sebelumnya, ketika hendak kami tangkap di rumahnya, ternyata pelaku tidak ada (bermaksud kabur, Red). Kami tunggu hingga akhirnya WN menyerahkan diri. Kini kami sudah amankan,” kata Bima, kemarin (29/5).

Dia mengungkapkan, WN menyerahkan diri ke kantor polisi dengan diantar oleh saudaranya. Artinya, dia menyadari kalau diduga terlibat kasus dalam penganiayaan dan pembakaran. Menurut Bima, WN juga mengakui bila dia melarikan diri tak jauh dari rumahnya. “Tidak jauh dari rumahnya ada kebun, itu tempat WN bersembunyi,” tegasnya.

Dari informasi sementara, sambung dia, diduga WN berperan dalam peristiwa penganiayaan sebagai pihak yang turut menganiaya korban (memukuli, Red). Namun terkait praktik pembakaran terhadap korban, sudah ada beberapa pelaku yang diduga kuat sebagai pihak yang melakukan aksi tersebut. Menurut dia, pelaku BM yang diduga menyiram bensin, sedangkan JK yang menyulutkan api penyebab korban mengalami luka bakar hingga 50 persen dan kategori luka berat. “Saat kejadian, WN ini berangkat dan pergi dari TKP bersama BM,” ungkapnya. 

Dengan adanya WN yang menyerahkan diri, kini tinggal satu lagi DPO yang masih buron. Bima meminta agar BM juga mengikuti jejak WN agar menyerahkan diri. “Lebih baik menyerahkan diri agar lebih kooperatif. Kalau tidak, kami tetap memburunya sampai tertangkap,” cetusnya.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan dan pembakaran itu terjadi di jalan kampung di Dusun Pojok, Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Selasa lalu (26/5). Peristiwa itu menyebabkan NV mengalami luka bakar hingga 50 persen. Luka bakar itu pun dikategorikan hingga luka berat. 

Diberitakan lalu, kekhidmatan masa Lebaran bagi NV harus dihabiskan di rumah sakit (RS) untuk menjalani perawatan medis. Pria berumur 20 tahun itu adalah korban penganiayaan yang mengakibatkan luka bakar di sekujur tubuhnya. Diduga latar masalah kasus itu akibat perselisihan antarkelompok. 

Kapolres Trenggalek AKBP Jean Calvijn Simanjuntak mengungkapkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 di Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari pada Selasa lalu (26/5). Peristiwa itu bermula saat NV dengan tiga temannya sedang berkendara (kelompok pemuda pertama, Red) dan melewati kelompok pemuda (kelompok pemuda kedua, Red) di jalan desa tersebut. (tra/ed/tri)

(rt/pur/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia