alexametrics
Minggu, 09 Aug 2020
radartulungagung
Home > Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal

Siswi SMP Digilir Dua Pria di Gazebo

03 Juni 2020, 08: 48: 05 WIB | editor : Alwik Ruslianto

TERPENGARUH MIRAS: Ari Wahyudi (AW) dan Septian Catur Pamungkas (SC) saat akan diperiksa di ruang UPPA Polres Tulungagung, kemarin.

TERPENGARUH MIRAS: Ari Wahyudi (AW) dan Septian Catur Pamungkas (SC) saat akan diperiksa di ruang UPPA Polres Tulungagung, kemarin. (SITI NURUL LAILIL M/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Media sosial (medsos) mempermudah seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Namun, sebagai pengguna harus bijak. Terutama mereka yang masih berusia di bawah umur. Perlu ada pendampingan orang tua (ortu) dalam penggunaan medsos. Jangan sampai jadi korban dari tindak kasus pelecehan seksual.

Seperti yang dialami pelajar kelas VII SMP, sebut saja Melati. Gadis 14 tahun itu jadi korban kekerasan seksual dua pria yang baru dikenalnya.

Terungkapnya kasus tersebut bermula dari Melati berkenalan dengan salah satu saksi, berinisial WM dari Facebook, satu bulan lalu. Untuk mempermudah komunikasi, korban dan WM bertukar nomor WhatsApp. Keduanya kemudian saling chatting.

Selanjutnya, pada Minggu (24/5) sekitar pukul 18.30, dua tersangka yakni Ari Wahyudi (AW), 23 dan Septian Catur Pamungkas (SC), 23, bermain ke rumah saksi, WM. Saat itu, kedua tersangka beralamat di Desa Gilang, Kecamatan Ngunut meminjam handphone (HP) milik WM dan bergantian membalas chat korban.

"Saat chatting itu, kedua tersangka dan korban janjian bertemu," ucap Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasubbag Humas AKP Anita Kurdi, kemarin (2/6).

Tepat sekitar pukul 20.30, korban memenuhi janji bertemu kedua tersangka dengan datang ke rumah neneknya. Kemudian, kedua tersangka mengajak korban jalan-jalan sekitar Ngunut dengan menjemputnya langsung di barat rumah nenek korban. Tanpa rasa takut, korban pun ikut kedua tersangka yang baru dikenalnya itu.

"Kemudian ketiganya berkeling kota hingga berhenti di Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol. Di sana korban dipaksa untuk menenggak miras oleh kedua tersangka," tuturnya.

Setelah itu, lanjut Anita, korban diajak berhenti di sebuah warung di Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut. Ketiganya memilih duduk-duduk di gazebo yang berada di belakang warung. Tak lama, tepat pukul 00.30 salah satu pelaku, yakni Ari berpamitan beli rokok. Pada kesempatan itu, Septian yang masih terpengaruh miras melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban. Awalnya hanya bercumbu, tapi lama-kelamaan memaksa korban untuk berhubungan layaknya suami istri. Korban yang sempat mengelak ajakan tersebut tak berdaya. Terlebih, dia juga terpengaruh miras.

"Setelah pelaku SC, temannya, AW, yang tadi beli rokok juga melakukan hal serupa. Jadi korban digilir dua pelaku," jelasnya

Setelah puas mengeluarkan hasratnya, kedua pelaku mengantar korban pulang ke rumah. Korban pun langsung menceritakan kepada keluarga. Keluarga ynag tidak terima langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

"Atas laporan tersebut, kami langsung memeriksa sejumlah saksi, korban, dan kedua pelaku. Bahkan, juga sudah melakukan visum kepada korban dan hasilnya memang ada bekas luka," terangnya.

Lantas setelah melalui proses penyelidikan dan gelar perkara kasus, petugas akhirnya melakukan penangkapan terhadap kedua tersangka. Saat diinterogasi, kedua tersangka mengaku nekat menyetubuhi korban karena terpengaruh miras.

Meski demikian, perbuatannya tersangka ini melanggar hukum. Bahkan bakal dijerat dengan pasal 76D jo pasal 81 ayat (2) UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi UU. “Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” tandasnya. (lil/ed/ris)

(rt/lai/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia