alexametrics
Selasa, 14 Jul 2020
radartulungagung
Home > Tulungagung
icon featured
Tulungagung

1.197 CJH Akan Berangkat 2021

Mundur Setahun, Uang Bisa Dikembalikan

03 Juni 2020, 08: 51: 24 WIB | editor : Alwik Ruslianto

BATAL BERANGKAT: Petugas mengecek dokumen paspor calon jamaah di ruang arsip kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung.

BATAL BERANGKAT: Petugas mengecek dokumen paspor calon jamaah di ruang arsip kantor Kemenag Kabupaten Tulungagung. (ANANIAS AYUNDA PRIMASTUTI/RATU)

KOTA, Radar Tulungagung - Keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1441 H/2020 M akibat pandemi coronavirus disease (Covid-19) juga berdampak di Kota Marmer. Sebanyak 1.197 calon jamaah haji (CJH) asal Tulungagung dipastikan batal berangkat tahun ini. Padahal sesuai jadwal, seharusnya akhir Juni ini mereka berangkat.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji Umrah (PHU) Kemenag Tulungagung Imam Saerozi mengatakan, kebijakan ini diambil karena mempertimbangkan keselamatan para jamaah. Terlebih wabah Covid-19 ini belum juga usai secara global. “Kementerian pusat sudah mengambil langkah untuk membatalkan keberangkatan haji 2020. Ini juga demi keselamatan jamaah di tengah pandemi Covid-19,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia memberi batas maksimal pengambilan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah haji pada 20 Mei lalu. Namun karena belum juga mendapat kepastian dari pihak Pemerintah Arab, keputusan diundur hingga awal Juni. Untuk itu, sembari menunggu keputusan, pihak Kemenag kota dan kabupaten diimbau tetap mempersiapkan dokumen keberangkatan jamaah.

Infografis

Infografis

Saerozi melanjutkan, meskipun pelaksanaan ibadah haji 2020 dibatalkan, bagi CJH yang telah dijadwalkan akan berangkat pada 2020, secara otomatis data akan terinput pada keberangkatan 2021.

Sementara bagi CJH yang akan berangkat pada 2021, akan berangkat pada 2022. Ini untuk menghindari adanya penumpukan jamaah. Sehingga jadwal keberangkatan pun diundur satu tahun. “Jadi tidak perlu khawatir ada penumpukan karena jadwal ini akan mundur setahun,” terangnya.

Disinggung terkait pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BiPIH), pria berkulit putih ini mengatakan, untuk CJH yang telah melakukan pelunasan akan diberi dua pilihan. Yakni uang dikembalikan penuh kepada jamaah atau tetap disimpan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan selanjutnya akan dibayarkan untuk penyelenggaraan haji 2021 mendatang.

Bagi CJH yang akan mengambil kembali BiPIH yang telah dilunasi dapat menunjukkan sejumlah dokumen. Seperti KTP dan bukti pelunasan BiPIH. “Jadi monggo jamaah akan mengambil atau tetap membiarkan uang tersebut disimpan oleh BPKH untuk penyelenggaraan haji tahun depan,”imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, merebaknya wabah Covid-19 membuat pemerintah menyiapkan tiga skenario penyelenggaraan haji. Skenario pertama, pelaksanaan ibadah haji akan berlangsung seperti biasa. Skenario ini hanya dapat terlaksana jika pandemi virus korona telah usai. Sementara skenario kedua, pelaksanaan ibadah haji dengan penerapan physical distancing ketat. Artinya, kuota yang dapat melaksanakan ibadah haji pun menjadi lebih terbatas. Dan skenario ketiga, pembatalan ibadah haji 2020. Sehingga Indonesia tidak mengirim jamaah haji 2020.

Sekadar informasi, untuk pelaksanaan haji tahun ini, Kabupaten Tulungagung mendapat jatah sebanyak 1.197 kursi. Jumlah ini menurun jika dibandingkan sebelumnya yang mencapai 1.300 kursi. Jika mengacu pada jadwal yang telah ditetapkan sebelum adanya pandemi Covid-19, diperkirakan 1.197 CJH asal Tulungagung akan terbang ke Tanah Suci pada 30 Juni mendatang. Ribuan CJH ini pun sudah menjalani pemeriksaan kesehatan dan pemberian vaksin. Sekitar 95 persen CJH sudah divaksin. (nda/ed/ris)

(rt/nda/alwk/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia